> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Mengenal Novela atau Novelet
- URL: https://coba.narabahasa.id/mengenal-novela-atau-novelet/
- Published: 2022-04-26T11:00:25.000Z
- Updated: 2022-04-26T11:00:25.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: keterampilan bahasa, Membaca, Menulis, novela, novelet, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Saya sudah pernah membocorkan rahasia ini berkali-kali: Salah satu cara untuk memperkaya perbendaharaan kata ialah dengan membaca novel. Jenis karya [sastra](https://coba.narabahasa.id/membaca-novel-memperkaya-kosakata/) yang satu itu seolah tidak ada habisnya, dicetak terus-menerus. Bahkan, nama-nama penulis baru turut mewarnai kancah novel Indonesia.

Novel adalah karya tulis yang panjang. Kerabat Nara, jika tidak mempunyai terlalu banyak waktu luang untuk membaca novel, kita bisa membaca novela atau novelet. Dalam *Kamus Istilah Sastra*, *novela* berarti ‘kisahan prosa rekaan yang lebih panjang dan lebih kompleks daripada cerita pendek, tetapi tidak sepanjang novel’. Istilah *novela* berasal dari bahasa Italia. Dijelaskan pula bahwa novela lazimnya terbatas pada satu peristiwa, keadaan, dan titik tikaian saja.

Saya belum menemukan ketentuan pasti mengenai jumlah halaman sebuah novela. Namun, sebuah artikel dalam Goodreads menyatakan bahwa novela umumnya terdiri atas 20.000 sampai 50.000 kata. Beberapa judul novela berikut barangkali sudah pernah Kerabat Nara baca: *Animal Farm* (George Orwell), *The Metamorphosis* (Franz Kafka), *The Old Man and The Sea* (Ernest Hemingway), *The Stranger* (Albert Camus), dan *A Christmas Carol* (Charles Dickens).

Saya sendiri pernah membaca sebuah novelet karya Toha Mohtar bertajuk *Pulang* (1958). Setelah saya mencari tahu lebih dalam, novela Indonesia sering kali dikemas dalam genre *teenlit* atau cerita remaja, contohnya ialah *Imaji Terindah* (2005) karangan Sitta Karina. Di luar itu, *Hujan Bulan Juni* karangan penulis kondang Sapardi Djoko Damono juga dinilai tergolong dalam novelet.

Barangkali, saat ini permasalahannya ialah minimnya jumlah novela ketimbang novel. Pasalnya, novela masih kurang populer di mata penerbit dan pembaca sehingga daya jualnya pun rendah. Reza Nufa, seorang editor di penerbit Basabasi Yogyakarta, mengatakan, “Persoalan ketiadaan novela di pasaran itu masalah serius. Masih terkungkung dalam bentuk-bentuk pasaran. Itu mengebiri ide, gagasan, hingga tokoh ketika harus dipanjang-panjangkan.”

#novela #novelet

**Rujukan:**

- Sudjiman, Panuti. 1990\. *Kamus Istilah Sastra*. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
- Swastiningrum, Isma. 2019\. “[Absennya Novela dari Pasar Buku di Indonesia adalah Masalah Serius](https://inibaru.id/indimania/absennya-novela-dari-pasar-buku-di-indonesia-adalah-masalah-serius?ref=coba.narabahasa.id)”. *Inibaru Media*. Diakses pada 26 April 2022.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin