> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# “Mengecewakan”: Verba dan Adjektiva
- URL: https://coba.narabahasa.id/mengecewakan-verba-dan-adjektiva/
- Published: 2021-02-19T11:00:13.000Z
- Updated: 2021-02-19T11:00:13.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Morfologi, adjektiva, verba, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kita sering mendengar kata *mengecewakan*. Kata dasarnya, *kecewa* adalah kata sifat. Namun, apabila diberi gabungan imbuhan *me--kan*, ia akan menjadi [kata kerja](https://coba.narabahasa.id/verba-dasar-dan-turunan/). Bagaimana prosesnya? 

Sebuah kata yang bukan verba dapat menjadi verba melalui proses penurunan. Pertama-tama, kata tersebut harus ditransitifkan lewat penambahan sufiks derivasi *\-kan* atau *\-i*. Setelah itu, kita baru menambahkan prefiks infleksi yang sesuai. Dengan merujuk pada proses tersebut, berarti kita perlu memberikan *\-kan* terlebih dahulu pada kata *kecewa*. Kita lalu akan bertemu dengan bentuk *kecewakan* yang kemudian dibubuhi awalan *me-* sehingga menjadi *mengecewakan*. Sekarang, *mengecewakan* telah menjadi bentuk verba transitif. Apabila diterapkan dalam kalimat, pangkal adjektiva—dalam hal ini *kecewa*—yang dibubuhi sufiks *\-kan* dapat mencerminkan suatu objek bernyawa yang mengalami sikap atau perasaan yang dinyatakan oleh verba *mengecewakan*. Perhatikan contoh berikut.

1. Kamu mengecewakan saya.
2. Dia memalukan keluarganya.
3. Anak itu membanggakan ayahnya.

Namun, perlu diingat bahwa *mengecewakan* dan kata sejenisnya dapat juga berdiri sebagai adjektiva. *Mengecewakan* sebagai adjektiva dihasilkan lewat proses transposisi, yaitu pengubahan kelas kata tanpa adanya perubahan bentuk. Proses ini sering pula disebut sebagai penurunan derivasi nol. Dari proses ini, adjektiva yang berasal dari verba disebut sebagai adjektiva deverbal. Hal inilah yang membentuk *mengecewakan* sebagai adjektiva, selain memiliki posisi sebagai verba.

Cara untuk membedakan *mengecewakan* sebagai verba atau adjektiva dapat ditinjau melalui contoh berikut.

1. Penampilanmu mengecewakan saya.
2. Penampilanmu mengecewakan.

Contoh 1 menggunakan *mengecewakan* sebagai verba transitif. Kita lihat, di situ, objek "saya" mengalami sikap atau perasaan sebagai akibat yang dinyatakan verba. Sebaliknya, contoh 2 menunjukkan *mengecewakan* sebagai adjektiva sebab tidak ada objek spesifik yang dirujuk.

Baik sebagai verba maupun adjektiva, *mengecewakan* dapat diberikan pewatas depan berupa adverbia kualitatif. Contohnya adalah *paling mengecewakan* atau *sangat mengecewakan*.

Apabila kita membubuhkan adverbia kualitatif *paling* atau *sangat* sebagai pewatas di depan *mengecewakan*, kita akan membentuk frasa adjektival, bukan frasa verbal. Hal serupa dapat kita temui pula pada kata *membantu* sebagai verba yang otomatis berubah menjadi adjektiva ketika berubah menuju *sangat membantu*.

1\. Contoh frasa adjektival dengan pemarkah kualitas (sangat). 

a. Penampilanmu *sangat* mengecewakan.

b. Pengampilanmu *sangat* mengecewakan saya.

2\. Contoh frasa adjektival dengan pemarkah pembandingan (paling). 

a. Penampilanmu hari ini adalah penampilan yang *paling* mengecewakan.

b. Dibandingkan peserta yang lain, penampilanmulah yang *paling* mengecewakan.

Barangkali, pada contoh 1, kita bisa menganggap kalimat tersebut sebagai *Penampilanmu sangat mengecewakan (bagi) saya*.

**Rujukan**:

Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin