> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Menelusuri Kata "Ngapél"
- URL: https://coba.narabahasa.id/menelusuri-kata-ngapel/
- Published: 2024-02-12T10:53:04.000Z
- Updated: 2026-09-23T11:14:20.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Kata, Linguistik Umum, Sosiolinguistik, asal kata, ngapel, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Suatu hari, saya bertanya-tanya sendiri. Dari mana kata *mengapél* muncul? Istilah tersebut tentu tidak terlepas dari fenomena bahasa [slang](https://coba.narabahasa.id/content/files/2026/09/bahasa-prokem-dan-slang.html), yakni ‘ragam bahasa tak resmi yang dipakai oleh kaum remaja atau kelompok-kelompok sosial tertentu untuk komunikasi internal sebagai usaha supaya orang-orang kelompok lain tidak mengerti’. Iya, saya adalah salah satu *orang-orang kelompok lain* yang pada awalnya tidak mengerti maksud dari *mengapél.*

Sebelum membedahnya, kita bedakan dulu antara *apêl* dan *apél*. *Apêl* dengan vokal /ə/ (*e* pepet) memaknai ‘buah’. Sementara itu, *apél* dengan vokal /e/ (*e* taling) mengartikan ‘upacara’ dan ‘mengunjungi pacar’ dalam ragam cakapan. Pada lain sisi, dalam ranah militer, *apél* dengan vokal /e/ juga memaknai ‘wajib hadir dalam suatu upacara resmi (bersifat kemiliteran) untuk diketahui hadir tidaknya atau untuk mendengar amanat’. *Apêl* dan *apél* memiliki relasi homograf, yaitu ‘dua kata dengan ejaan yang sama, tetapi memiliki perbedaan pelafalan (bunyi) dan pemaknaan’.

Nah, sekarang, mari, kita mulai menelusuri *apél* yang mengartikan ‘mengunjungi pacar’. Ini adalah fenomena [sosiolinguistik](https://coba.narabahasa.id/content/files/2026/09/mengenal-sosiolinguistik.html). Di sini, komunitas tutur (*speech community*) memainkan bahasa sebagai tanda sosial. 

Kata *apél* pasti lebih sering kita dengar sebagai *ngapél*. Ada yang mengaitkan *ngapél*, yakni ‘mengunjungi pacar’, dengan makna ‘wajib hadir dalam suatu upacara resmi (bersifat kemiliteran) untuk diketahui hadir tidaknya atau untuk mendengar amanat’. Dalam ranah militer, upacara resmi tersebut wajib untuk dihadiri, sama halnya dengan ranah percintaan. Mengunjungi pacar pun, sekali-sekali, wajib dilakukan.

Menariknya lagi, dalam *Kamus Bahasa Melayu Bangka-Indonesia Edisi Pertama* (2018), kata *ngapél* ditemukan. Artinya pun ‘mengunjungi pacar’. Dalam kamus tersebut, dituliskan contoh berupa *tunang ku gi ngapel mawak hok lo pan* yang berarti ‘pacar saya bertamu ke rumah membawa kue martabak’. Kemudian, dalam *Antologi Kajian Kebahasaan I* (2008) yang menganalisis karakteristik bahasa gaul dan intensitas penggunaannya oleh remaja di Aceh, juga ditemukan kata *ngapél* yang artinya adalah ‘berkunjung’.

Penelusuran yang saya lakukan menempatkan ‘kunjung’ sebagai nuansa yang penting di balik kata *ngapél*. Berdasarkan latar penggunaannya, *ngapél* menyimpan konteks yang lumayan tradisional bahwa lelakilah yang mengunjungi perempuannya. Cukup sulit untuk menemukan informasi mengenai kapan pertama kali *ngapél* digunakan dan bagaimana etimologinya. Sumber di internet yang membahas hal ini juga terbatas. Saya rasa, diperlukan penelitian yang serius untuk menemukan asal mula kata *ngapél.* Namun, setidaknya, kita bisa sedikit mengetahui bahwa *ngapél* tidak hanya digunakan di Jakarta.

- [Chaer, Abdul](https://coba.narabahasa.id/content/files/2026/09/selamat-jalan-babe-abdul-chaer.html). 2007\. *Linguistik Umum*. Jakarta: Rineka Cipta.
- Khaliffitriansyah, dkk. 2018\. [*Kamus Bahasa Melayu Bangka-Indonesia Edisi Pertama*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16092/1/dummy%20kamus%20bahasa%20melayu%20bangka%20-%20indonesia.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Pangkalpinang: Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung.
- Kridalaksana, Harimurti. 2008\. *Kamus Linguistik Edisi Keempat*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Kushartanti, dkk. (ed). 2005\. *Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik*. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Rizqi, Mohammad, Samsudin, Dindin, & Nurhaida. 2008\. *Antologi Kajian Kebahasaan I.* Banda Aceh: Balai Bahasa Banda Aceh.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin