> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Mendengarkan Bukanlah Menyimak
- URL: https://coba.narabahasa.id/mendengarkan-bukanlah-menyimak/
- Published: 2022-11-17T11:00:16.000Z
- Updated: 2022-11-17T11:00:16.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: keterampilan bahasa, Menyimak, mendengarkan, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Beberapa kali, Narabahasa sudah menerbitkan artikel mengenai menyimak. Selain menulis, membaca, dan berbicara, menyimak tergolong ke dalam salah satu keterampilan berbahasa. Pernahkah Kerabat Nara bertanya-tanya, mengapa *menyimak* yang dinobatkan sebagai salah satu keterampilan berbahasa, bukan *mendengarkan*?

Kebetulan, saya tengah membaca buku *You’re Not Listening*: *What You’re Missing and Why It Matters* (2020) karya Kate Murphy. Beliau merupakan seorang jurnalis. Pekerjaannya adalah mewawancarai narasumber, yang menurutnya tidak terlepas dari ketekunan untuk menyimak.

“*Many of the stories I have written for The Times have landed on the most-emailed and most-read lists, and not because I took down someone powerful or uncovered a scandal. It was because I listened to people talk about what made them happy, sad, intrigued, annoyed, concerned, or confused and then tried my best to address and expand on what they said.*” 

Murphy membedakan *hearing* dengan *listening*. Menurutnya, *hearing* adalah tindakan yang pasif, sedangkan *listening* merupakan tindakan yang aktif. Dalam bukunya, Murphy menulis, “... *hearing is not the same as listening, but rather its forerunner*.” Dengan kata lain, mendengarkan adalah landasan untuk menyimak. Untuk bisa menyimak, kita perlu mendengarkan terlebih dahulu.

Saya lantas mencari perbedaan *mendengarkan* dan *menyimak* di internet. Sanjana Gupta (2021) memaparkan bahwa *mendengarkan* adalah hal yang tidak sengaja, tanpa upaya, dan dicirikan dengan menangkap bunyi. Sebaliknya, *menyimak* dilakukan secara sengaja dan sadar. Perlu upaya untuk bisa menyimak. Terlebih, menyimak bukanlah sekadar menangkap bunyi, melainkan memproses makna. Dapat dikatakan, seseorang bisa mendengarkan, tanpa menyimak.

Perbedaan antara *mendengarkan* dan *menyimak* dapat juga kita ketahui melalui pemaknaan yang tercantum dalam KBBI. *Mendengarkan* diartikan sebagai ‘mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh; memasang telinga baik-baik untuk mendengar’ dan ‘memperhatikan; mengindahkan; menurut (nasihat, bujukan, dan sebagainya)’. Sementara itu, *menyimak* adalah ‘mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang’ dan ‘meninjau (memeriksa, mempelajari) dengan teliti’. Kita bisa lihat, dalam *menyimak*, terdapat diksi *mendengarkan*.

**Rujukan:**

- Gupta, Sanjana, 2021\. “[Hearing vs. Listening: Learn the Difference and How Each Impact Mental Health](https://www.verywellmind.com/hearing-vs-listening-what-s-the-difference-5196734?ref=coba.narabahasa.id)”. *Verywell Mind*. Diakses pada 2 November 2022.
- Murphy, Kate. 2020\. *You’re Not Listening*: *What You’re Missing and Why It Matters.* New York: Celadon Books.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin