> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Membonceng dan Memboncengkan
- URL: https://coba.narabahasa.id/membonceng-dan-memboncengkan/
- Published: 2022-04-14T11:00:21.000Z
- Updated: 2022-04-14T11:00:21.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Kata, Linguistik Umum, membonceng, memboncengkan, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Saya sedang menyunting sebuah buku kumpulan cerita. Dari seratus judul yang saya baca, terdapat satu cerita dengan kalimat *Ayah membonceng Adi berangkat ke sekolah dengan motor*. Pada mulanya, kalimat tersebut tampak baik-baik saja. 

Saya ingat, sebelumnya, saya pernah menyelisik arti *bonceng*. Kata ini punya turunan, yakni *membonceng*. Saya rasa, kita sudah cukup familier dengan *membonceng.* Bahkan, beberapa dari kita mungkin sudah paham betul dengan maknanya.

Sekarang, mari, kita tinjau sekali lagi makna kata *bonceng* dalam kamus beserta turunan-turunannya. Kata ini adalah verba yang berarti ‘ikut (naik kendaraan dan sebagainya)’. *Berboncengan* merupakan salah satu turunannya yang bermakna ‘naik satu kendaraan bersama-sama yang satu membonceng yang lain (dengan sepeda, sepeda motor, dan sebagainya)’. Kemudian, ada pula lema *boncengan* yang artinya ‘tempat untuk membonceng atau menaruh bagasi (barang yang dibawa) pada sepeda, sepeda motor, dan sebagainya’. *Boncengan* juga sering kali menjadi bentuk cakapan untuk kata *berboncengan*.

Berikutnya, ada turunan *membonceng*. Kata ini punya lima makna, yakni (1) ‘ikut naik (kendaraan beroda dua)’, (2) ‘ikut naik tanpa membayar’, (3) ‘ikut serta (makan, bertamasya, membaca koran, dan sebagainya) dengan tidak turut membayar atau mengeluarkan biaya’, (4) ‘ikut-ikutan (menepuk dada, menganggap diri berjasa, mendapat nama, kedudukan, dan sebagainya)’, dan (5) ‘memanfaatkan kekuasaan (pengaruh kewibawaan dan sebagainya) orang lain untuk mencapai tujuannya’.

Dengan begitu, contoh **Ayah membonceng Adi* berangkat ke sekolah dengan motor* tidak tepat. Kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi **Adi membonceng Ayah* untuk berangkat ke sekolah dengan motor*. Selain itu, kalimat tersebut dapat juga dimodifikasi menjadi **Ayah memboncengkan Adi* berangkat ke sekolah dengan motor*. Dalam kamus, *memboncengkan* adalah mengikutsertakan naik (kendaraan). Pada konteks tersebut, Adi adalah *pembonceng*, yakni ‘orang yang membonceng’.

#bonceng #membonceng #memboncengkan

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin