> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Membedakan Objek dan Pelengkap
- URL: https://coba.narabahasa.id/membedakan-objek-dan-pelengkap/
- Published: 2020-12-24T09:08:05.000Z
- Updated: 2020-12-24T09:08:05.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, objek, pelengkap, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Sebuah kalimat pada umumnya memiliki unsur-unsur yang berdiri sebagai subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Kelima unsur tersebut memiliki fungsi sintaksisnya masing-masing, tetapi saling berkaitan. Secara teoretis, fungsi sintaksis adalah slot atau gatra yang diisi oleh kata atau frasa dalam sebuah kalimat. 

Menurut saya, ada dua fungsi sintaksis yang menarik untuk dibahas lebih lanjut, yaitu objek dan pelengkap. Dulu, sewaktu kuliah, saya sempat kebingungan untuk mengidentifikasi objek dan pelengkap. Bagaimana tidak? Keduanya cukup sulit untuk dibedakan. Namun, ternyata objek dan pelengkap memiliki ciri pembeda yang tegas. Simak pemaparan berikut.

**Objek**

Pada kalimat aktif, kehadiran objek ditentukan oleh predikat dengan [verba transitif](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/verba-transitif?ref=coba.narabahasa.id). Posisi objek pun didahului oleh predikat. Dari sini, kita bisa mengetahui keberadaan objek dengan mencari letak predikat berverba transitif. Biasanya, kata kerja dengan akhiran *\-kan* dan *\-i* merupakan verba transitif.

1. Saya mencintai *dia*.
2. Ayah membersihkan *kamar mandi*.

Pada umumnya, objek merupakan nomina dan frasa nominal. Apabila objek tergolong ke dalam nomina, frasa nominal, atau pronomina yang merujuk pada persona ketiga tunggal, objek dapat diganti dengan *\-nya*.

1. Saya mencintai*nya*.
2. Ayah membersihkan*nya*.

Kemudian, jika objek menandakan *aku* dan *kamu* tunggal, kita bisa menggunakan *\-ku* dan *\-mu.*

1. Saya menjemput*mu*.
2. Ibu menyuapi*ku*.

Perlu diketahui pula, objek pun dapat berwujud sebagai sebuah klausa yang didahului dengan *bahwa*.

1. Bapak itu mengatakan *bahwa laptop saya harus segera diservis.*
2. Mino Raiola menjelaskan *bahwa Paul Pogba tidak betah bermain untuk Manchester United.*

**Pelengkap**

Pelengkap dapat berwujud frasa nominal, verbal, adjektival, preposisional, atau klausa. Letaknya pun berada di sebelah kanan predikat. Akan tetapi, perlu diingat, pelengkap didahului oleh [verba taktransitif](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/verba-semitransitif-dan-taktransitif?ref=coba.narabahasa.id). 

1. Ayah sudah bekerja *dengan* *keras.*
2. Baju itu berharga *mahal*.

Pelengkap juga bisa diletakkan setelah objek yang memiliki verba transitif.

1. Saya membelikan Ayah *ikat pinggang*.
2. Dia memesankan saya *taksi.*

Dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia* (2017), tabel di bawah ini dapat memudahkan kita untuk membedakan ciri objek dan pelengkap.

![](https://narabahasa.id/web/wp-content/uploads/2020/12/Screen-Shot-2020-12-24-at-16.06.49-1.png)

Berdasarkan tabel di atas, saya kira, poin nomor tiga adalah cara termudah untuk mengidentifikasi objek dan pelengkap.

**Rujukan:** Moeliono, Anton. M dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin