> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Membedah "Untuk", "Bagi", "Demi", "Buat", dan "Guna"
- URL: https://coba.narabahasa.id/membedah-untuk-bagi-demi-buat-dan-guna/
- Published: 2022-03-08T11:24:30.000Z
- Updated: 2022-03-08T11:24:30.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, bagi, buat, demi, guna, preposisi, untuk, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

[Preposisi](https://narabahasa.id/artikel/linguistik-umum/kalimat/preposisi-tunggal-dan-gabungan/?ref=coba.narabahasa.id) merupakan kata tugas dengan makna gramatikal. Dengan kata lain, makna *untuk*, *bagi*, *demi*, *buat*, dan *guna* sebagai kata tugas bergantung dengan kata lain, terutama kata yang mengikutinya. Sekilas, fungsi kelima preposisi tersebut memang mirip. Simak contoh berikut.

1. *Bagi* saya, alasan kamu itu tidak masuk akal.
2. *Untuk* saya, alasan kamu itu tidak masuk akal.
3. *Buat* saya, alasan kamu itu tidak masuk akal.
4. Bapak bekerja sangat keras *guna* kesembuhan anaknya.
5. Bapak bekerja sangat keras *demi* kesembuhan anaknya.

Kendati *untuk*, *bagi*, *demi*, *buat*, dan *guna* tergolong sebagai preposisi yang menandakan hubungan peruntukan, kelimanya tidak selalu bisa saling menggantikan. Perhatikan lima kalimat di bawah ini.

1. Arin membelikan air mineral *untuk* saya.
2. Arin membelikan air mineral *buat* saya.
3. Arin membelikan air mineral \* *guna* saya.
4. Arin membelikan air mineral \* *demi* saya.
5. Arin membelikan air mineral \* *bagi* saya.

Kalimat keenam dan ketujuh terasa wajar, sedangkan sisanya terasa janggal. Preposisi *guna*, *demi*, dan *bagi* tidak selalu bisa diakhiri dengan nomina atau pronomina. Sekarang perhatikan contoh berikut.

1. Adi belajar dengan giat *untuk* mengejar ketertinggalannya.
2. Adi belajar dengan giat *buat* mengejar ketertinggalannya.
3. Adi belajar dengan giat *guna* mengejar ketertinggalannya.
4. Adi belajar dengan giat \* *demi* mengejar ketertinggalannya.
5. Adi belajar dengan giat \* *bagi* mengejar ketertinggalannya.

Preposisi *demi* dan *bagi* tidak dapat diikuti oleh frasa verbal. Barangkali Kerabat Nara bertanya, bukankah kalimat nomor empat belas terasa sah-sah saja? Ditambah lagi, apabila dibalik, “*Demi* mengejar ketertinggalannya, Adi belajar dengan giat”, kalimat tersebut terasa berterima. Namun, jangan lupa, *demi* mengandung makna ‘untuk (kepentingan)’. Maka, menurut penilaian saya, “*Untuk kepentingan* mengejar ketertinggalannya, Adi belajar dengan giat” terdengar lewah.

Dalam *Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Sinonim*, Saryono, Soedjito, dan Setyawanto (2021) mengemukakan kesimpulan sebagai berikut.

1. Kelima preposisi tersebut dapat diikuti oleh frasa nominal.
2. Preposisi *bagi* terasa janggal jika diletakkan sebelum verba atau frasa verbal. Perhatikan contoh nomor lima belas.
3. Dalam ragam takbaku, preposisi *buat* lazim diikuti oleh nomina, frasa nominal, verba, dan frasa verbal.
4. Preposisi *untuk* dapat diikuti oleh nomina, frasa nominal, verba, dan frasa verbal. Perhatikan contoh nomor dua, enam, dan sebelas.
5. Preposisi *guna* dapat diikuti oleh frasa nominal, verba, dan frasa verbal. Perhatikan contoh nomor empat dan tiga belas.
6. Preposisi *demi* bisa diikuti oleh frasa nominal. Perhatikan contoh nomor lima.

**Rujukan:**

- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Saryono, Soedjito, & Setyawanto. 2021\. *[Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Sinonim](https://www.tokopedia.com/narabahasa/buku-sinonim-djoko-saryono-soedjito-agung-setyawanto?extParam=src%3Dshop&ref=coba.narabahasa.id).* Jakarta: PT Bumi Aksara.

**Penulis:** Yudhistira **Penyunting:** Ivan Lanin