> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Memahami Leksikologi
- URL: https://coba.narabahasa.id/memahami-leksikologi/
- Published: 2021-08-02T11:00:58.000Z
- Updated: 2021-08-02T11:00:58.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Leksikologi dan Leksikografi, leksikologi, linguistik, Linguistik Terapan, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Cabang linguistik yang mengkaji entri dalam kamus adalah leksikologi. Tidak hanya itu, leksikologi pun menaungi pembahasan mengenai makna, struktur, dan karakteristik kata serta komponen leksem. Menurut Kridalaksana dalam *Kamus Linguistik Edisi Keempat* (2009), leksikologi adalah cabang linguistik yang mempelajari leksikon. Leksikon itu sendiri dapat diartikan sebagai (1) ‘komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa’; (2) ‘kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis, atau suatu bahasa’; dan (3) ‘daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis’. Dapat dikatakan, objek kajian leksikologi adalah kosakata. 

Hardiyanto dalam *Leksikologi: Sebuah Pengantar* (2008) menjabarkan empat fokus yang menjadi perhatian cabang leksikologi:

1. fakta bahwa setiap bahasa memiliki sejumlah kata atau kosakata;
2. fakta bahwa kosakata atau leksikon merupakan daftar yang terbuka;
3. hubungan antara bentuk kata dan makna kata; serta
4. fakta bahwa kata mempunyai sekian banyak segi yang dapat dianalisis, mulai dari segi fonetis, fonemis, morfemis, hingga sintaksis.

Saya rasa, keempat fokus tersebut bisa cukup menjelaskan peranan cabang leksikologi dalam linguistik.

Pertama, kita tahu bahwa bahasa manusia memiliki kosakata. Setiap wilayah, bahkan negara, memiliki bahasa yang berbeda-beda, begitu pula kosakatanya. 

Poin yang kedua menjelaskan bahwa leksikologi cenderung mengkaji kosakata yang memiliki sifat terbuka, yaitu yang termasuk ke dalam kelas kata nomina, verba, dan adjektiva.

Sementara itu, pada poin ketiga, kita melihat bahwa hubungan antara bentuk dan makna kata dibahas pula dalam leksikologi. Morfologi dan semantik saling memengaruhi. Ambillah contoh kata *membawahkan* dan *membawahi*. Keduanya terbentuk dari bentuk dasar yang sama, *bawah*. Namun, akhiran *\-kan* dan *\-i* yang menyertainya menjadikan kedua kata tersebut berbeda, baik secara bentuk maupun makna.

Kemudian, poin keempat menekankan bahwa ternyata bukan hanya morfologi dan semantik saja yang dibahas dalam leksikologi. Fonologi dan sintaksis pun harus dikuasai oleh seorang leksikolog. Perbedaan bunyi bisa menentukan bentuk serta makna kosakata. Lebih dari itu, kategori kelas kata yang dipengaruhi pula oleh pembentukan kata dapat menentukan fungsi kata tersebut dalam kalimat.

Nantinya, hasil kajian dalam bidang leksikologi akan dimanfaatkan dalam ilmu terapan leksikografi. Meskipun terdengar mirip, leksikologi dan leksikografi merupakan dua cabang ilmu yang berbeda, lo. Tunggu artikel selanjutnya yang akan membahas leksikografi, ya, Kerabat Nara!

**Rujukan:**

- Hardiyanto. 2008\. *Leksikologi: Sebuah Pengantar*. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
- Kridalaksana, Harimurti. 2009\. *Kamus Linguistik: Edisi Keempat*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Nordquist, Richard. 2019\. “[What is Lexicology?](https://www.thoughtco.com/what-is-lexicology-1691230?ref=coba.narabahasa.id)”. Diakses pada 3 Agustus 2021.
- Setiawan, Teguh. 2015\. *Leksikografi*. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin