> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Macam-Macam Adverbia
- URL: https://coba.narabahasa.id/macam-macam-adverbia/
- Published: 2021-01-07T16:55:15.000Z
- Updated: 2021-01-07T16:55:15.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, adverbia, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Adverbia adalah kata keterangan yang menjelaskan [verba](https://coba.narabahasa.id/verba-dasar-dan-turunan/), adjektiva, atau adverbia lain. Pada umumnya, adverbia digunakan sebagai pewatas. Perhatikan contoh di bawah ini.

- *Paman *baru tiba* di Jakarta.*
- *Saya *belum mengerjakan* tugas.*
- *Mama *ingin sekali* memiliki rumah gedongan.*

Pada contoh pertama dan kedua, adverbia *baru* serta *belum* menjadi pewatas untuk verba *tiba* dan *mengerjakan*. Kedua verba tersebut merupakan inti. Sementara itu, contoh ketiga memiliki dua adverbia. *Ingin* berdiri sebagai inti, sedangkan *sekali* adalah pewatasnya.

Menurut [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia* ](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)(2017: 239), adverbia berdasarkan perilaku semantisnya dapat digolongkan menjadi delapan macam, yakni adverbia kualitatif, kuantitatif, limitatif, frekuentif, kewaktuan, kecaraan, kontrastif, dan keniscayaan.

**Adverbia Kualitatif**

Adverbia ini digunakan untuk menyatakan makna yang berhubungan dengan derajat, tingkat, atau mutu. 

- *Udin *paling* suka minum kopi.*
- *Nilai ujian matematika anak saya *sangat* bagus.*
- *Ucapanmu *lebih* besar daripada nyalimu.*
- *Akhir-akhir ini, kamu *kurang* perhatian.*
- *Sejujurnya, aku *agak* tersinggung.*

**Adverbia Kuantitatif**

Berbeda dengan adverbia kualitatif, jenis ini menyatakan makna yang berhubungan dengan jumlah.

- *Jangan *banyak* minta!*
- *Biaya yang ia keluarkan untuk perjalanan ini tidaklah *sedikit*.*
- *Untuk menyelesaikan tugas ini, saya membutuhkan waktu *kira-kira* dua sampai tiga hari.*
- *Uang ini hanya *cukup* untuk kita makan selama dua pekan ke depan.*

**Adverbia Limitatif**

Adverbia ini bertujuan untuk menyatakan makna yang berhubungan dengan pembatasan.

- *Vaksin *hanya* untuk orang kaya.*
- *Kami di rumah *saja* sewaktu tahun baru nanti.*
- *Maaf, saya *sekadar* mengingatkan.*

**Adverbia Frekuentatif**

Adverbia frekuentatif menyatakan makna yang berhubungan dengan kekerapan.

- *Kami *selalu* menyempatkan diri untuk sarapan bersama-sama.*
- *Indah *sering* lupa akan hari ulang tahunku.*
- *Mereka sudah *jarang* berbicara.*
- **Kadang-kadang*, saya kagum dengan semangatmu itu.*

**Adverbia Kewaktuan**

Adverbia kewaktuan menyatakan makna yang berhubungan dengan terjadinya suatu peristiwa.

- *Aku *baru* mengerti maksudmu selama ini.*
- *Kita harus *segera* berangkat.*
- *Mama *langsung* menangis setelah mendengar berita itu.*
- *Semoga pandemi *lekas* berakhir.*

**Adverbia Kecaraan**

Adverbia ini menyatakan makna yang berhubungan dengan proses terjadinya suatu peristiwa.

- *Aku *diam-diam* mengamatinya dari jauh.*
- *Badrun akan menyusul *secepatnya*.*
- **Pelan-pelan*, dia membuka pintu kamar.*

**Adverbia Kontrastif**

Adverbia kontrastif adalah adverbia yang menyatakan pertentangan dengan hal atau makna kata yang disampaikan sebelumnya.

- *Sungguh saya tidak tahu apa-apa. *Bahkan* kalau kamu tidak minta, saya tidak akan datang ke sini.*
- *Bukannya minta maaf, dia *malah* marah-marah sama saya!*
- *Siapa bilang dia murah hati? *Justru* dialah koruptornya!*

**Adverbia Keniscayaan**

Adverbia ini adalah adverbia yang menyatakan hubungan makna dengan kepastian akan terjadinya hal atau peristiwa.

- *Kita *pasti* bisa melewati masa-masa sulit ini.*
- *Kita *tentu* tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah yang merugikan rakyat.*

**Rujukan:** Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin