> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Konjungsi Koordinatif, Korelatif, Subordinatif, dan Antarkalimat
- URL: https://coba.narabahasa.id/konjungsi-koordinatif-korelatif-subordinatif-dan-antarkalimat/
- Published: 2021-05-29T11:00:12.000Z
- Updated: 2021-05-29T11:00:12.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: kalimat, Kata, Katahubung, konjungsi, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Konjungsi disebut juga kata hubung. Sebagai salah satu kategori [kata tugas](https://coba.narabahasa.id/kata-tugas/), konjungsi berfungsi untuk menghubungkan dua satuan bahasa (kata, frasa, dan klausa), baik yang setara maupun yang tidak. Berdasarkan perilaku sintaksisnya, konjungsi terbagi menjadi konjungsi koordinatif, korelatif, subordinatif, dan antarkalimat.

**Konjungsi Koordinatif**

Konjungsi koordinatif adalah penghubung dua unsur atau lebih yang setara. Berikut adalah daftar konjungsi koordinatif beserta fungsinya.

1. *Dan*: penanda penambahan
2. *Atau*: penanda pemilihan
3. *Melainkan*: penanda perlawanan
4. *Padahal*: penanda pertentangan
5. *Sedangkan*: penanda pertentangan
6. *Serta*: penanda pendampingan
7. *Tetapi*: penanda perlawanan
8. *Dan*/*atau*: penanda jumlah atau pilihan

**Konjungsi Korelatif**

Konjungsi ini memuat dua konjungsi yang berpasangan untuk menghubungkan dua unsur yang sederajat.

1. *Baik … maupun ….*
2. *Tidak hanya …, tetapi juga ….*
3. *Bukan hanya …, melainkan juga ….*
4. *Demikian … sehingga ….*
5. *Sedemikian rupa sehingga ….*
6. *Apa*(*kah*) … *atau ….*
7. *Entah … entah ….*
8. *Jangankan* …, ... *pun ….*

**Konjungsi Subordinatif**

Konjungsi subordinatif menghubungkan dua unsur atau lebih yang tidak setaraf.

1. Subordinatif Waktu
2. Menunjukkan awal peristiwa: *sejak*, *sedari*, dan *semenjak*.
3. Menunjukkan awal peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain: *begitu*, *demi*, *ketika*, *sambil*, *selagi*, *selama*, *sementara*, *seraya*, *tatkala*, dan *sewaktu*.
4. Menunjukkan awal peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain: *setelah*, *sebelum*, *sesudah*, *sehabis*, *selesai*, dan *seusai*.
5. Menunjukkan lamanya peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu: *hingga* dan *sampai*.
6. Subordinatif Syarat: *asal*(*kan*), *apabila*, *jika*, *jikalau*, *kalau*, dan *manakala*.
7. Subordinatif Pengandaian: *andaikan*, *seandainya*, *sekiranya*, *seumpamanya*, dan *andai kata*.
8. Subordinatif Tujuan: *agar,* *biar,* dan *supaya*.
9. Subordinatif Konsesif: *biarpun*, *kendati*(*pun*), *meski*(pun), *sekalipun*, *sungguhpun*, dan *walau*(*pun*).
10. Subordinatif Pembandingan: *alih-alih*, *daripada*, *ibarat*, *laksana*, *seakan-akan*, *sebagai*, *sebagaimana*, *seolah-olah*, dan *seperti*.
11. Subordinatif Sebab: *karena*, *sebab*, *oleh karena*, dan *oleh sebab*.
12. Subordinatif Hasil: *maka*(*nya*), *sehingga*, dan *sampai*(-*sampai*).
13. Subordinatif Alat: *dengan* dan *tanpa*.
14. Subordinatif Cara: *dengan* dan *tanpa*.
15. Subordinatif Komplementasi: *bahwa*.
16. Subordinatif Atributif: *yang*.
17. Subordinatif Perbandingan: *… sama …. dengan* dan … *lebih* … *dari* …. atau *dari*(*pada*).

**Konjungsi Antarkalimat**

Konjungsi ini adalah penghubung antarkalimat. Oleh karena itu, konjungsi ini digunakan pada awal kalimat baru dan diikuti tanda koma. Berikut adalah jenis-jenis konjungsi antarkalimat beserta beberapa contohnya.

1. Keadaan Pertentangan: *Biarpun demikian*, *sekalipun demikian,* dan *walaupun begitu*.
2. Keadaan Lanjutan: *Kemudian*, *sesudah itu*, dan *selanjutnya.*
3. Keadaan Lain: *Tambahan pula*, *lagi pula*, dan *selain itu*.
4. Keadaan Kebalikan: *Sebaliknya*.
5. Keadaan Sebenarnya: *Sesungguhnya* dan *sebenarnya*.
6. Keadaan Penegasan: *Bahkan* dan *malah*(*han*).
7. Keadaan Pertentangan: *Akan tetapi* dan *namun*.
8. Keadaan Eksklusif dan Inklusif: *Kecuali itu* dan *di samping itu*.
9. Keadaan Akibat: *Oleh karena itu* dan *oleh sebab itu*.
10. Keadaan Sebelumnya: *Sebelum itu*.

Sering kali, saya menemukan penggunaan konjungsi dalam sebuah tulisan yang tidak sesuai dengan fungsinya. Semoga lewat tulisan ini, Kerabat Nara bisa memanfaatkan kata hubung dengan tepat.

**Rujukan:**

Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin