> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kita Punya Banyak Sinonim untuk "Kacau Balau"
- URL: https://coba.narabahasa.id/kita-punya-banyak-sinonim-untuk-kacau-balau/
- Published: 2022-10-20T11:00:24.000Z
- Updated: 2022-10-20T11:00:24.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, Semantik, antonim, diksi, kacau, sinonim, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Pada bulan lalu, akun Instagram @polisi\_bahasa mengirim satu unggahan yang menarik. Di [sini](https://www.instagram.com/p/Ci4jqYbvzO4/?ref=coba.narabahasa.id), Polisi Bahasa memaparkan bahwa bahasa Indonesia menyediakan beberapa sinonim untuk mencerminkan keadaan kacau balau. Bahkan, kalau boleh saya katakan, kita punya banyak sinonim untuk kata tersebut.

**Centang Perenang**

Polisi Bahasa mendaftarkan enam kata yang dapat menggambarkan situasi kacau balau. Yang pertama adalah *centang perenang*. Kata ini memaknai ‘tidak beraturan letaknya (malang melintang dan sebagainya); porak-parik; berantakan’. Kita lihat, kata tersebut memuat dua makna yang sebetulnya dapat dipecah kembali. *Malang melintang* adalah ‘terletak tidak beraturan (ada yang melintang ada yang membujur)’, sedangkan *porak-parik* merupakan ‘porak-poranda’ yang mewakili arti ‘cerai-berai tidak keruan; berserakan; terserak ke mana-mana; porak-peranda’ serta ‘kacau balau; kucar-kacir; morat-marit’. Dari satu kata, lahir kata lainnya.

**Cerai-berai**

Kata yang kedua adalah *cerai-berai*. Berbeda dengan *centang perenang* yang merupakan kata majemuk, *cerai-berai* adalah kata ulang yang dipisahkan dengan tanda hubung. *Cerai-berai* memaknai ‘berpisah-pisah (berpecah-pecah, bubar) tidak keruan; bongkar-bangkir; porak-parik; berantakan’. Apa itu *bongkar-bangkir*? *Bongkar-bangkir* adalah ‘berantakan; cerai-berai’.

**Karut-marut**

Kerabat Nara mungkin lebih sering mendengar *carut-marut*. Namun, ternyata, *karut-marut* adalah bentuk yang baku untuk arti ‘kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tentang pikiran, hati, dan sebagainya); banyak bohong dan dustanya (tentang perkataan dan sebagainya)’.

**Porak-poranda**

Kata ini sudah kita singgung sedikit dalam kata *centang perenang*. Kerabat Nara barangkali juga sudah familier dengan *porak-poranda*. Namun, saya menemukan sesuatu yang menarik. Selain menjadi makna untuk *centang perenang*, *porak-poranda* juga berdiri sebagai makna untuk kata *porak-peranda*. Perhatikan perbedaan *p*o*randa* dan *p*e*randa* di sana.

**Silang Sengkarut**

Mari kembali pada kata majemuk. *Silang sengkarut* mengartikan ‘kekacauan; ketidakberesan’. Selain itu, saya menemukan pula makna kekacauan dalam kata *silang selimpat* (‘kusut tidak keruan; amat sulit; kacau balau’) dan *silang siur* (‘simpang siur’).

**Simpang Siur**

*Simpang siur* punya empat makna yang dapat mewakili kekacauan, yakni ‘silang-menyilang tidak keruan (tentang jalan, garis)’, ‘lilit-melilit tidak keruan (tentang sulur, pita, dan sebagainya)’, sangat rapat dan silang-menyilang (seperti kawat telepon di kota-kota besar)’, dan ‘banyak seluk-beluknya (liku-likunya dan sebagainya)’.

Setelah membaca posting tersebut, saya makin penasaran. Enam kata untuk sinonim *kacau balau*, buat saya, sudah dapat dikategorikan ke dalam jumlah yang banyak. Saya coba ingat-ingat lagi, adakah kata lain yang dapat menggambarkan situasi kacau atau kacau balau? Ternyata, ada, yaitu *kibang-kibut* yang dengan gamblang memaknai ‘kacau balau’. Kemudian, saya coba buka Tesaurus dan memasukkan kata *kacau*. Saya bertemu dengan *bundak*, sebuah kata serapan dari Minangkabau yang artinya ‘kacau; rusuh; huru-hara’. Dari Minangkabau, ada pula kata *cabuk* yang maknanya ‘(dalam keadaan) kacau; rusuh; heboh’ serta *pakau* yang mengartikan ‘bingung, pusing, kacau (tentang perasaan)’ Jangan lupakan pula kata *kalut* yang berarti ‘kusut tidak keruan; kacau’ dan ‘kacau pikiran dan berkata tidak keruan’. 

Kita punya banyak kata ganti untuk mewakili makna *kacau* atau *kacau balau*. Saya juga belum tahu sejarahnya bagaimana. Pertanyaannya, apa antonim *kacau* dan apakah ia punya sinonim yang sama banyaknya dengan pemaparan di atas?

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin