> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kelas Kata Pronomina
- URL: https://coba.narabahasa.id/kelas-kata-pronomina/
- Published: 2021-05-26T11:00:36.000Z
- Updated: 2021-05-26T11:00:36.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Kata, kelaskata, pronomina, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Pronomina adalah kelas kata yang mengacu pada orang atau benda dan berfungsi menggantikan nomina. Nomina yang digantikan oleh pronomina dinamakan anteseden. Kategori kata ini dapat diklasifikasikan berdasarkan relasinya dengan nomina dan kejelasan referen atau unsur yang diacu.

**Relasi dengan Nomina**

Unsur yang diacu oleh nomina bisa terdapat di dalam dan di luar wacana. Apabila referennya berada di dalam, pronomina itu bersifat intratekstual. Perhatikan contoh berikut.

1. *Cavani* adalah ujung tombak Manchester United. Tendangan*nya* kencang.
2. *Cavani* adalah ujung tombak Manchester United. *Dia* buas dalam mencetak gol.

Pada dua contoh di atas, *Cavani* sebagai anteseden diganti dengan pronomina *\-nya* dan *dia*. Perlu dicatat, pronomina yang terletak setelah anteseden memiliki sifat anaforis.

1. Dengan tendangan*nya* yang kencang, *Cavani* berhasil membalikkan kedudukan.
2. *Dia* melewati beberapa pemain belakang dan melesakkan bola ke dalam gawang lawan. *Cavani* pun berhasil membalikkan kedudukan.

Seperti pada contoh di atas, *\-nya* dan *dia* terletak sebelum *Cavani*. Pronomina yang berposisi sebelum anteseden memiliki sifat kataforis.

Selain pronomina intratekstual, ada pula pronomina ekstratekstual yang referennya berada di luar wacana dan bersifat deiktis. Contohnya adalah sebagai berikut.

1. Ya, hal *itu* yang aku maksud.
2. Aku sangat mencintai*nya*.
3. Jangan *kamu* abaikan perintah ini!

**Kejelasan Referen**

Berdasarkan jelas atau tidaknya referen, pronomina tergolong menjadi pronomina takrif dan taktakrif. Menurut Kridalaksana, pronomina takrif hanya terbatas pada pronomina persona. Perhatikan tabel berikut.

|                                     | **Tunggal**        | **Jamak**                   |
| ----------------------------------- | ------------------ | --------------------------- |
| **Pronomina persona orang pertama** | saya, aku          | kami, kita                  |
| **Pronomina persona orang kedua**   | kamu, engkau, Anda | kalian, kita, kamu sekalian |
| **Pronomina persona orang ketiga**  | ia, dia, beliau    | mereka                      |

Sebagai tambahan, Moeliono dkk. dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat* (2017) juga mengatakan bahwa *\-nya* dapat berdiri sebagai pronomina persona orang ketiga untuk menyatakan kepemilikan. 

Sementara itu, pronomina persona taktakrif mengacu pada orang atau benda tertentu lewat sebutan *seseorang*, *sesuatu*, *siapa*, *apa-apa*, *anu*, dan sebagainya.

Rujukan:

- Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1985\. *Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penulis: Yudhistira

Penyunting: Ivan Lanin