> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kebebalan Kelompok
- URL: https://coba.narabahasa.id/kebebalan-kelompok/
- Published: 2021-07-12T00:43:10.000Z
- Updated: 2021-07-12T00:43:10.000Z
- Author: Ivan Lanin
- Tags: Nawala Narabahasa, Kebebalan, Korona, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Pandu Riono geram. Pada 20 Juni 2020, ahli epidemiologi dari FKM UI (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia) itu [mengetwit](https://twitter.com/drpriono1/status/1406404415070695424?ref=coba.narabahasa.id) bahwa Indonesia mengidap *herd stupidity*. Penularan virus korona dipermudah oleh perilaku bodoh kita yang enggan divaksinasi dan tidak mematuhi 5M: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Pandu [menyebutkan](https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210620204023-20-656983/epidemiolog-indonesia-sudah-herd-stupidity-atasi-pandemi?ref=coba.narabahasa.id) bahwa baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama abai terhadap kondisi pandemi, misalnya pada masa mudik Lebaran 2021\. Pada masa itu, pemerintah tidak melarang mudik dengan ketat, sedangkan masyarakat masih mudik meski dilarang. Pemerintah dan masyarakat melakukan kebodohan bersama atau komunal yang menyebabkan peledakan jumlah kasus Covid-19.

Istilah *herd stupidity* merupakan pelesetan dari istilah *herd immunity*. *Herd immunity*—yang diterjemahkan menjadi [*kekebalan kelompok*](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kekebalan%20kelompok?ref=coba.narabahasa.id)—adalah kekebalan satu populasi terhadap penyakit yang terbentuk melalui vaksinasi atau setelah infeksi menyebar di tengah populasi tersebut. Warganet menggaungkan padanan [*kebebalan kelompok*](https://twitter.com/narabahasa/status/1411640964117057537?ref=coba.narabahasa.id) sebagai padanan *herd stupidity*.

Pemadanan *stupidity* menjadi *kebebalan*, alih-alih *kebodohan* yang biasanya dipakai sebagai padanan kata itu, merupakan permainan bahasa dengan memanfaatkan pasangan minimal ([*minimal pair*](https://en.wikipedia.org/wiki/Minimal%5Fpair?ref=coba.narabahasa.id)). Setyadi dan Wasisto (2018) menyatakan bahwa pasangan minimal adalah "kemampuan pengubahan bentuk dan beda/kontras makna kata akibat adanya penggantian satu atau lebih fonem dalam struktur internal pada pasangan kata." *Bebal* dan *kebal* adalah pasangan minimal, sama seperti *enak* dan *anak*, *kakak* dan *kakek*, serta *sari* dan *tari*.

Penggunaan pasangan minimal untuk permainan bahasa juga sudah dicontohkan oleh Joko Pinurbo pada puisi "Kamus Kecil" (2014).

Bahwa sumber segala *kisah* adalah *kasih*

Bahwa *ingin* berawal dari *angan*

Bahwa *ibu* tak pernah kehilangan *iba*

Bahwa segala yang *baik* akan ber*biak*

Bahwa orang *ramah* tidak mudah *marah*

Bahwa untuk menjadi *gagah* kau harus menjadi *gigih*

Bahwa seorang *bintang* harus tahan *banting*

Bahwa orang lebih takut kepada *hantu* ketimbang kepada *Tuhan*

Bahwa *pemurung* tidak *pernah* merasa *gembira*

Sedangkan *pemulung* tidak *pelnah* merasa *gembila*

Bahwa orang putus *asa* suka memanggil *asu*

Bahwa *lidah* memang pandai *berdalih*

Bahwa kelewat *paham* bisa berakibat *hampa*

Bahwa *amin* yang terbuat dari *iman* menjadikan kau merasa *aman*

\*\*\*

Jangan bebal. Jauhi kerumunan dan kurangi mobilitas agar terhindar dari kebebalan kelompok. Kita di rumah saja. Tidak usah khawatir, Nara telah menyiapkan berbagai konten dan acara HEI ([hiburan](https://www.tiktok.com/@narabahasa?ref=coba.narabahasa.id), [edukasi](https://sinara.narabahasa.id/?ref=coba.narabahasa.id), dan [inspirasi](https://www.youtube.com/narabahasa?ref=coba.narabahasa.id)) yang dapat dinikmati Kerabat Nara secara daring, baik secara langsung maupun [mandiri](https://sinara.narabahasa.id/kelas?ref=coba.narabahasa.id#kelas-daring-mandiri). Bahkan, Nara sudah [bekerja sama dengan Liberica](https://linktr.ee/naradanliberica?ref=coba.narabahasa.id) untuk menyediakan berbagai produk demi menemani Kerabat Nara di rumah.

Kita bisa mengalahkan pandemi bersama-sama!

\*\*\*

**Penulis**: Ivan Lanin