> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kamu Terlalu Baik untukku
- URL: https://coba.narabahasa.id/kamu-terlalu-baik-untukku/
- Published: 2021-06-15T11:46:25.000Z
- Updated: 2021-06-15T11:46:25.000Z
- Author: Ivan Lanin
- Tags: Morfologi, kelaskata, transposisi, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kata *terlalu* pada kalimat yang acap dilontarkan ketika menolak cinta seseorang itu membuat bingung. Bentuknya berupa verba pasif berawalan *ter-*, tetapi sifatnya seperti adverbia yang menerangkan adjektiva *baik*. Kebingungan itu beralasan, sama seperti keheranan kenapa kalau baik malah ditolak. Perubahan kelas kata tanpa perubahan bentuk, misalnya dari verba menjadi adverbia itu, tampaknya jarang dibahas tuntas dalam referensi kebahasaan Indonesia.

Transposisi—disebut juga konversi, transmutasi, atau derivasi nol (Chaer, 2007, 188)—adalah perubahan kelas kata tanpa perubahan bentuk, misalnya perubahan kelas kata *memikat* dari verba menjadi adjektiva. Proses ini menarik karena biasanya perubahan kelas kata terjadi melalui perubahan bentuk, misalnya dengan afiksasi. Ada delapan jenis transposisi dalam bahasa Indonesia yang bersumber dari tiga kelas kata sumber dan menghasilkan enam kelas kata sasaran. Tabel berikut menunjukkan jenis-jenis transposisi dengan kolom menunjukkan kelas kata sumber, sedangkan baris menunjukkan kelas kata sasaran.

**Tabel 1 Jenis dan Contoh Transposisi**

![](https://narabahasa.id/web/wp-content/uploads/2021/06/Jenis-dan-Contoh-Transposisi.png)

**1\. Verba Denominal (Nomina → Verba)**

Nomina dapat bertransposisi menjadi verba dalam (1) kalimat ragam percakapan, (2) kalimat imperatif, dan (3) kalimat pasif. Contohnya nomina *cangkul* seperti pada kalimat-kalimat berikut.

1. Mari kita *cangkul* ladang itu.
2. *Cangkul* ladang itu!
3. Ladang itu sudah saya *cangkul*.

**2\. Adjektiva Denominal (Nomina → Adjektiva)**

Nomina berimbuhan *per-* atau *peng-* yang mengandung makna 'memiliki sifat' dapat bertransposisi menjadi adjektiva. Contohnya, *pemalu* dan *pendiam*.

1. Bujang *pemalu* itu menundukkan kepalanya.
2. Meski *pendiam*, dia giat bekerja.

**3\. Pronomina Denominal (Nomina → Pronomina)**

Nomina penyapa dipakai untuk menyapa persona kedua, sedangkan nomina pengacu dipakai untuk mengacu persona ketiga yang dibicarakan. Akan tetapi, kedua jenis nomina itu tidak dianggap sebagai pronomina atau pengganti pronomina (Moeliono dkk., 2017, 340–342). Contohnya, *Saudara* dan *Bapak*.

1. Pesan *Saudara* sudah saya terima.
2. Tolong sampaikan pesan ini kepada *Bapak*.

**4\. Nomina Deverbal (Verba → Nomina)**

Dalam bidang hukum, ada beberapa nomina yang dibentuk melalui transposisi verba berawalan *ter-* dengan arti 'orang yang (sudah) di-…'. Contohnya, *tersangka* 'orang yang sudah disangka' dan *tertuduh* 'orang yang dituduh'.

Selain itu, beberapa verba, seperti *berenang* dan *membaca*, dapat berperilaku seperti nomina dengan menempati posisi subjek pada kalimat (Chaer, 2007, 168). Contoh:

1. *Berenang* itu menyehatkan.
2. *Membaca* dapat memperkaya pengetahuan.

**5\. Adjektiva Deverbal (Verba → Adjektiva)**

Verba dengan afiks *meng-*, *meng--kan*, *ter-*, dan *ber-* dapat bertransposisi menjadi adjektiva. Contoh:

1. Kejadian itu *menarik* (perhatiannya).
2. Penampilan mereka *membanggakan* (orang tua mereka).
3. Saya *terkejut* (mengetahui hal itu).
4. Racun itu *berbahaya* (bagi manusia).

Pada kalimat-kalimat di atas, kata yang ditulis dengan huruf miring akan berkelas kata verba ketika bagian dengan tanda kurung disertakan, tetapi berkelas kata adjektiva ketika bagian dengan tanda kurung dibuang.

**6\. Adverbia Deverbal (Verba → Adverbia)**

Verba dengan afiks *ter-* dapat bertransposisi menjadi adverbia. Transposisi ini tampaknya terbatas hanya pada kata *terlampau*, *teramat*, dan *terlalu* (Arifin & Matanggui, 2007, 107).

1. Harga barang itu *terlampau* tinggi.
2. Musikus itu *teramat* kaya.
3. Kamu *terlalu* baik untukku.

**7\. Nomina Deadjektival (Adjektiva → Nomina)**

Adjektiva ukuran, seperti *panjang*, *tinggi*, dan *dalam*, dapat bertransposisi menjadi nomina. Contoh:

1. Jembatan itu *panjang*. *Panjang* jembatan itu sekitar lima puluh meter.
2. Gedung itu *tinggi* sekali. *Tinggi* gedung itu lebih dari dua ratus meter.
3. Teluk itu cukup *dalam* untuk dilabuhi. *Dalam* teluk itu paling tidak dua puluh meter.

Pada tiap contoh tersebut, adjektiva pada kalimat pertama berubah menjadi nomina pada kalimat kedua.

Menurut Moeliono dkk. (2017, 276), nomina yang menyatakan terbitan atau peristiwa berkala, seperti *harian* dan *tahunan*, juga termasuk bentuk nomina deadjektival. Namun, KBBI hanya mencantumkan arti nomina untuk kata-kata seperti itu.

**8\. Numeralia Deadjektival (Adjektiva → Numeralia)**

Numeralia taktentu *banyak* dan *sedikit* sejatinya merupakan adjektiva. Mungkin ini yang menyebabkan numeralia jenis ini diingkarkan dengan *tidak*, bukan *bukan*. Contoh:

1. Bos itu punya *banyak* uang.
2. *Banyak* orang menghadiri acara itu.

Pada contoh pertama, *banyak* berfungsi sebagai adjektiva, sedangkan pada contoh kedua, ia berfungsi sebagai numeralia.

**Transposisi Lain**

Ada berapa kasus lain perubahan kelas kata tanpa perubahan bentuk yang dapat diselisik lebih lanjut, misalnya perilaku beberapa kata yang dapat berfungsi sebagai preposisi ataupun konjungsi. Pada contoh di bawah ini, *karena* berfungsi sebagai preposisi pada kalimat pertama dan sebagai konjungsi pada kalimat kedua.

1. Dia sedih *karena* kamu.
2. Dia sedih *karena* kamu pergi.

Kasus lain direkam sebagai homonimi dalam KBBI, misalnya kata *akan* yang dapat berkelas kata adverbia atau preposisi seperti pada contoh di bawah ini.

1. Hari ini tampaknya hujan *akan* turun.
2. Ia lupa *akan* orang tuanya.

**Rujukan**

- Adib, Holy. 2018\. “[Ketika Kata Pindah Kelas](https://beritagar.id/artikel/tabik/ketika-kata-pindah-kelas?ref=coba.narabahasa.id)”. *Beritagar*. Diakses pada 13 Juni 2021.
- Arifin, Zaenal, dan Junaiyah H. Matanggui. 2007\. *Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi. Jakarta: Grasindo*.
- Chaer, Abdul. 2007\. *Linguistik Umum*, Edisi Baru. Jakarta: Rineka Cipta.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia*, Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Ivan Lanin

**Penyunting:** Harrits Rizqi