> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kalimat Minor
- URL: https://coba.narabahasa.id/kalimat-minor/
- Published: 2021-01-10T15:24:43.000Z
- Updated: 2021-01-10T15:24:43.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, kalimat, kalimat minor, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Menurut [Kridalaksana](https://coba.narabahasa.id/harimurti-kridalaksana-tentang-kelahiran-dan-penerimaan-bahasa-indonesia/) (*Tata Bahasa Deskriptif Indonesia: Sintaksis*, 1985: 165), kalimat minor (kalimat tidak lengkap) adalah salah satu dari dua jenis kalimat berdasarkan pengelompokan menurut struktur klausanya. Apabila sebuah kalimat memiliki pola yang tidak lengkap, tetapi memiliki intonasi final, kalimat tersebut tergolong ke dalam kalimat minor. Beliau juga menegaskan bahwa kalimat minor dapat berwujud kalimat yang memiliki struktur klausa dan tidak. Berikut adalah contoh kalimat minor yang tidak memiliki struktur klausa.

1. **Panggilan**  
  - Contoh: *Prof, Sus, Pak,* dst.
2. **Salam**  
  - Contoh: *halo, asalamualaikum, selamat siang,* dst.
3. **Seruan**  
  - Contoh: *amboi!, sialan!, sana!*, dst.
4. **Judul**  
  - Contoh: *Jakarta, Kota dengan Seribu Akal.*
5. **Inskripsi**  
  - Contoh: *di sini beristirahat dengan damai* dan *diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 10 Juni 1998.*
6. **Ungkapan khusus**
1. - Larangan, misalnya *dilarang merokok.*
  - Peringatan, misalnya *awas anjing.*
  - Permintaan, misalnya *silakan antre*.
  - Anjuran, misalnya *gunakanlah air secukupnya.*
  - Harapan, misalnya *semoga selamat sampai tujuan.*
  - Perintah, misalnya *kurangi kecepatan Anda.*
  - Pernyataan, misalnya *terima delivery!*

Lain dari Kridalaksana, Chaer (*Linguistik Umum*, 2007: 247) mengungkapkan bahwa kalimat minor adalah kalimat yang klausanya tidak lengkap. Meskipun demikian, kalimat ini tetap dapat dipahami karena pendengar dan pembaca telah mengenali konteks tulisan atau pembicaraan. Chaer mengangkat percakapan sehari-hari atau dialog dalam drama sebagai bagian dari kalimat minor. Lebih lanjut lagi, Chaer tidak mengatakan bahwa kalimat minor terbagi ke dalam kalimat klausa dan tak berklausa. Menurutnya, kalimat minor hanyalah kalimat yang klausanya tidak lengkap.

Di luar itu, Moeliono dkk., dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat* (2017: 494) menjelaskan kalimat minor sebagai kalimat yang tak lengkap, yakni kalimat dengan unsur-unsur yang tidak lengkap. Moeliono dkk., memberikan contoh kalimat minor yang sering digunakan untuk slogan, seperti *merdeka atau mati!*

Berdasarkan penjelasan tiga ahli bahasa di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kalimat minor sangat dekat dengan keseharian kita. Baik dalam percakapan maupun papan iklan, manusia menggunakan kalimat minor dalam berkomunikasi.

**Rujukan:**

- Chaer, Abdul. 2007\. *Linguistik Umum.* Jakarta: Rineka Cipta.
- Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1985\. *Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Moeliono, Anton. M dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Ramlan, M. 1987\. *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Yogyakarta: C.V. “Karyono”.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin dan Harrits Rizqi