> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kalimat Interogatif
- URL: https://coba.narabahasa.id/kalimat-interogatif/
- Published: 2021-01-12T11:00:34.000Z
- Updated: 2021-01-12T11:00:34.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, kalimat, kalimat interogatif, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Sebelumnya, saya sudah menjelaskan [kalimat deklaratif](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/kalimat-deklaratif?ref=coba.narabahasa.id) dan [imperatif](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/kalimat-imperatif?ref=coba.narabahasa.id). Kali ini, saya akan memaparkan salah satu jenis kalimat dalam pengklasifikasian sintaksis, yaitu kalimat interogatif.

Ramlan dalam *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis* (1987: 33) menyebut kalimat interogatif sebagai kalimat tanya. Tentu saja, fungsi dari jenis kalimat ini adalah untuk menanyakan sesuatu. Kalimat interogatif memiliki pola intonasi yang berbeda dengan kalimat deklaratif. Pada umumnya, kalimat ini diakhiri dengan nada naik.

Selain itu, Moeliono dkk. juga menjelaskan bahwa kalimat interogatif biasa digunakan untuk memperoleh jawaban “ya” atau “tidak” serta informasi tentang sesuatu. Kalimat ini sering kita jumpai lewat kata tanya berupa *apa, siapa, bagaimana, kapan, mengapa,* dan *bagaimana..* 

- **Apa* kabarmu?*
- **Siapa* namanya?*
- **Kapan* dia berangkat?*
- **Mengapa* kamu menangis?*
- **Bagaimana* caranya?*

Sering kali, kata-kata di atas diakhiri dengan partikel *\-kah* untuk mempertegas pertanyaan. Namun, apabila kata tanya terletak pada akhir kalimat, penggunaan partikel *\-kah* tidak begitu umum untuk digunakan.

- **Siapakah* namanya?*
- *Namanya *siapa?**

Saya menemukan pola yang menarik dalam kalimat interogatif. Ternyata, kalimat interogatif dapat dibentuk dengan memodifikasi kalimat deklaratif. Perhatikan contoh di bawah ini.

- *a. Dia istrinya Pak Hari.*
1. **Apakah* dia istrinya Pak Hari?*
- *a. Lisa berangkat ke Jakarta, besok sore.*
1. **Kapan* Lisa berangkat ke Jakarta?*
- *a. Andry menangis karena jatuh dari pohon.*
1. **Mengapa* Andry menangis?*

Dapat dilihat, kalimat a merupakan bentuk deklaratif, sedangkan b adalah bentuk interogatif yang ditandai lewat kata tanya *apakah, kapan,* dan *mengapa* beserta intonasi yang meninggi di akhir kalimat.

Ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan untuk membentuk kalimat interogatif berdasarkan kalimat deklaratif. Simak pemaparan berikut.

**Mengandalkan Kata *Dapat, Bisa, Harus, Sudah,* atau *Mau***

Kita bisa membentuk kalimat interogatif dari bentuk deklaratif yang memiliki kata *dapat, bisa, harus, sudah,* atau *mau*. Kata-kata tersebut perlu dipindahkan ke awal kalimat dan dibubuhi partikel *\-kah*.

- *a. Lisa *bisa* berangkat ke Jakarta sekarang.*
1. **Bisakah* Lisa berangkat ke Jakarta sekarang?*
- *a. Dia *mau* jadi istrinya Pak Hari.*
1. **Maukah* dia jadi istrinya Pak Hari?*
- *a. Saya *harus* menyelesaikan masalah ini.*
1. **Haruskah* saya menyelesaikan masalah ini?*
- *a. Bapak *sudah* minum obat.*
1. **Sudahkah* Bapak minum obat?*

Kata-kata yang menandakan kala seperti *telah* dan *sedang* jarang kita temui dalam bentuk interogatif. Namun, dalam karya sastra lama, saya sering menemukan bentuk tanya dengan kata *akan*.

- **Akankah* kamu menunggu aku pulang?*
- **Akankah* aku sanggup melewati semua ini?*

**Mengubah Urutan Subjek dan Predikat**

Kita dapat mengubah pola kalimat deklaratif dalam rangka membentuk kalimat interogatif dengan membalikkan urutan subjek dan predikat. Namun, ada syaratnya. Bentuk deklaratif mesti memiliki predikat yang berupa nomina atau adjektiva. Selain itu, kita juga harus menambahkan partikel *\-kah* pada unsur yang kita pindahkan ke awal kalimat. 

- *a. Buku ini punya saya.*
1. *Punya *sayakah* buku ini?*
- *a. Kado ini untuk Mama.*
1. *Untuk Mamakah kado ini?*
- *a. Bapaknya sedang sakit.*
1. *Sedang *sakitkah* bapaknya?*
- *a. Dia tampan.*
1. **Tampankah* dia?*

**Memperhatikan Jenis Verba**

Verba beserta objek dan pelengkapnya dapat dipindahkan ke awal kalimat, selama verba tersebut merupakan verba intransitif, ekatransitif, atau semitransitif. Jangan lupa, kita pun perlu menambahkan partikel *\-kah* pada verba atau pelengkap tersebut.

- *a. Paman *bekerja di bengkel** **mobil*.*
1. ***Bekerja di bengkel*** **mobilkah* paman?*
- *a. Dia *menangis* semalam.*
1. **Menangiskah* dia semalam?*
- *a. Andry *menolong tetangganya.**
1. *Menolong *tetangganyakah* Andry?*

**Membubuhkan Kata *Bukan, Belum,* dan *Tidak***

Bentuk kalimat deklaratif dapat diubah menjadi kalimat tanya lewat pembubuhan kata *bukan, belum,* dan *tidak* pada akhir kalimat. Selain itu, *bukan* dan *tidak* perlu diakhiri dengan partikel *\-kah* apabila terletak pada awal kalimat.

- *a. Paman bekerja di bengkel mobil.*
1. *Paman bekerja di bengkel mobil, *bukan?**
2. **Bukankah* paman bekerja di bengkel mobil?*
- *a. Andry menolong tetangganya.*
1. *Andry menolong tetangganya, *tidak?**
2. **Tidakkah* Andry menolong tetangganya?*
- *a. Lisa sudah tiba di Jakarta.*
1. *Lisa sudah tiba di Jakarta, *belum*?*

**Memanfaatkan Intonasi**

Kita bisa membentuk kalimat interogatif tanpa mengubah struktur kalimat dan menambahkan kata apa pun. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan intonasi yang meninggi pada akhir kalimat.

- *a. Paman bekerja di bengkel mobil.*
1. *Paman bekerja di bengkel *mobil?**
- *a. Lisa sudah tiba di Jakarta.*
1. *Lisa sudah tiba di *Jakarta?**

**Rujukan**: 

- Moeliono, Anton. M dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Ramlan, M. 1987\. *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Yogyakarta: C.V. “Karyono”.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin