> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kalimat Imperatif
- URL: https://coba.narabahasa.id/kalimat-imperatif/
- Published: 2021-01-11T03:57:41.000Z
- Updated: 2021-01-11T03:57:41.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, kalimat, kalimat imperatif, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Salah satu ragam kalimat berdasarkan klasifikasi sintaksis adalah [kalimat imperatif](https://narabahasa.id/artikel/linguistik-umum/kalimat/kalimat-imperatif-dalam-satu-kata/?ref=coba.narabahasa.id). Ramlan (*Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis,* 1987: 45) menyebut kalimat imperatif sebagai kalimat suruh. Berdasarkan [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat* ](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)(2017: 480), kalimat ini memuat permintaan yang isinya tergolong ke dalam enam jenis.

1. **Imperatif Halus**

Sejumlah kata dalam bahasa Indonesia dapat digunakan untuk memperhalus perintah atau permintaan pada kalimat imperatif. Contohnya adalah *tolong, coba, silakan, sudilah,* dan *kiranya*. Selain itu, pada umumnya kita juga menggunakan partikel *\-lah* dan afiks *\-kan* yang melekat pada verba.

- **Tolong* bantu saya.*
- **Cobalah* perhatian sedikit.*
- **Silakan* tunggu sebentar.*
- **Sudilah* mengunjungi saya akhir pekan ini.*
- **Kiranya* Bapak tidak keberatan dengan keputusan saya.*
1. **Imperatif Permintaan**

Berbeda dengan jenis sebelumnya, kalimat imperatif permintaan memiliki kesan yang lebih tegas. Bahkan, Moeliono dkk. mengatakan bahwa kalimat imperatif permintaan yang pendek dapat terkesan kasar. Contoh kata yang menandakan imperatif permintaan adalah *mohon* dan *minta*.

- *Saya *minta* perhatian kalian.*
- **Mohon* tandatangani surat ini.*

Jenis ini juga dapat berbentuk seperti contoh berikut.

- *Keluar!*
- *Minggir!*
1. **Imperatif Ajakan dan Harapan**

Kalimat imperatif ajakan sering ditandai lewat kata *ayo, ayolah, mari,* atau *marilah.*

- **Ayo* masuk!*
- **Ayolah*, berangkat!*

Sementara itu, kalimat imperatif harapan umumnya ditandai dengan kata *harap* dan *hendaknya.*

- **Harap* baris dengan tertib.*
- **Hendaknya* kamu bisa mengerti.*
1. **Imperatif Larangan**

Kalimat ini lazim diawali dengan *jangan, janganlah,* dan *dilarang.*

- **Jangan* buang sampah sembarangan!*
- **Janganlah* makan sambil berjalan!*
- **Dilarang* merokok.*
1. **Imperatif Peringatan**

Kalimat imperatif peringatan biasa digunakan dengan awalan *awas* dan *hati-hati*.

- **Awas* anjing galak.*
- **Hati-hati* anjing galak.*
1. **Imperatif Pembiaran**

Jenis kalimat ini digunakan ketika pembicara meminta kawan bicaranya untuk membiarkan sesuatu terjadi.

- **Biarkan* mereka menanggung akibatnya.*
- **Terserah* kalian saja.*

**Rujukan:** 

- Moeliono, Anton. M dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Ramlan, M. 1987\. *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Yogyakarta: C.V. Karyono.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin