> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Kali Pertama dan Pertama Kali
- URL: https://coba.narabahasa.id/kali-pertama-dan-pertama-kali/
- Published: 2021-11-11T11:00:31.000Z
- Updated: 2021-11-11T11:00:31.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, frasa, kali pertama, pertama kali, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Belakangan ini, saya sering melihat seseorang menggunakan *kali pertama* alih-alih *pertama kali*. Sebetulnya, kedua ungkapan tersebut mewakili makna yang sama. Namun, dalam pembentukan frasa, manakah yang lebih tepat?

Frasa merupakan kelompok kata yang biasanya terdiri atas dua kata atau lebih. Dalam frasa, ada unsur utama atau inti dan unsur keterangan atau pewatas. Unsur utama adalah unsur yang diterangkan, sedangkan unsur keterangan adalah unsur yang menerangkan. Coba perhatikan contoh berikut.

1. *Mobil* merah.
2. *Buku* baru.
3. *Lima* kilogram.

*Mobil*, *buku*, dan *lima* adalah unsur utama, unsur yang diterangkan. Sementara itu, *merah*, *baru*, dan *kilogram* merupakan unsur penjelas, unsur yang menerangkan. Berdasarkan urutan polanya, ketiga contoh di atas termasuk ke dalam frasa diterangkan-menerangkan (D-M).

Apakah ada frasa berpola menerangkan-diterangkan (M-D)? Sekarang, lihat contoh di bawah ini.

1. Sangat *tampan*.
2. Belum *mandi*.
3. Sudah *tiba*.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa *tampan*, *mandi*, dan *tiba* adalah inti frasa yang terletak di sebelah kanan. Dengan demikian tiga frasa di atas tergolong ke dalam frasa M-D.

Sasangka (2015) dalam *Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat* menjelaskan, frasa berpola D-M lazimnya adalah frasa nominal (*mobil merah*) dan frasa numeral (*lima kilogram*). Pada lain sisi, frasa berpola M-D umumnya merupakan frasa adjektival (*sangat tampan*) dan frasa verbal (*belum mandi*). 

Berdasarkan penjelasan tersebut, *pertama kali* termasuk ke dalam frasa D-M karena frasa tersebut merupakan frasa numeral. Dugaan saya, *kali pertama* tercipta sebagai bentuk variasi dalam ragam fiksi. Ungkapan tersebut mungkin juga terbentuk karena ketidaktahuan penutur mengenai pola frasa. Coba, berdasarkan pola frasa, mana yang lebih tepat: *banyak berterima kasih* atau *berterima kasih banyak*?

#frasa #pertamakali #kalipertama

**Rujukan:** Sasangka, Sry Satriya Tjatur Wisnu. 2015\. *Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat.* Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin