> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Jenis Klausa Verbal
- URL: https://coba.narabahasa.id/jenis-klausa-verbal/
- Published: 2020-12-15T12:08:55.000Z
- Updated: 2020-12-15T12:08:55.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Sintaksis, klausa, klausa verbal, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Sebelumnya, kita sudah mengetahui [struktur dan unsur segmental dalam klausa](https://narabahasa.id/rubrik-gramatika/struktur-dan-unsur-segmental-dalam-klausa?ref=coba.narabahasa.id). Berdasarkan kategori kata atau frasa yang berkedudukan sebagai predikat, unsur segmental dalam klausa dapat dibedakan menjadi klausa nominal, verbal, bilangan, dan preposisional. Pada tulisan ini, saya akan menjabarkan jenis-jenis klausa verbal berdasarkan pemaparan Ramlan dan Kridalaksana, dkk..

Menurut Ramlan dalam *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis* (1987), klausa verbal pun dapat digolongkan lebih lanjut menjadi klausa verbal adjektival, verbal intransitif, verbal aktif, verbal pasif, verbal refleksif, dan verbal resiprokal.

**Verbal Adjektival**

Klausa verbal adjektival memiliki predikat berupa adjektiva atau frasa verbal yang memiliki pewatas kata sifat. Contoh:

1. udaranya *panas sekali*
2. pelayanannya *kurang memuaskan*

**Verbal Intransitif**

Klausa ini memiliki predikat berupa kata kerja intransitif atau frasa verbal yang unsur pusatnya merupakan verba intransitif. Contoh:

1. burung-burung *beterbangan* di langit
2. mereka sedang *berada* di luar negeri

**Verbal Aktif**

Pada klausa verbal aktif, fungsi predikat dipenuhi oleh kata kerja bergolongan verbal transitif atau frasa verbal yang unsur pusatnya merupakan verba transitif. Contoh:

1. dia *menyesap* kopinya
2. aku *membaca* novel

**Verbal Pasif**

Klausa verbal pasif memiliki predikat yang tergolong verba pasif atau frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja pasif. Contoh:

1. semangat ini *harus kita pelihara*
2. dia *terpikat* oleh karismanya

**Verbal Refleksif**

Pada klausa ini, predikat adalah kata kerja refleksif yakni kata kerja yang menyatakan “perbuatan” dan berkenaan dengan “pelaku” itu sendiri. Contoh:

1. aku tidak mau *melibatkan diri* dalam praktik korupsi
2. mereka sedang *mempersiapkan diri*

**Verbal Resiprokal**

Klausa verbal resiprokal memiliki predikat berupa verba resiprokal, yakni kata kerja yang menyatakan kesalingan. Contoh:

1. lelaki dan perempuan itu *saling berpandang-pandangan*
2. mereka selalu *ejek-mengejek*

Sementara itu, dalam *Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia*: *Sintaksis* (1985), Kridalaksana, dkk. sedikit banyak menuliskan penamaan dan penggolongan yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasan mengenai klausa verbal transitif aktif, klausa verbal transitif pasif, klausa verbal transitif medial, transitif resiprokal, verbal antipasif, dan verbal antiaktif, dan verbal intransitif.

**Verbal Transitif Aktif**

Klausa ini menunjukkan bahwa subjek melakukan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam predikat verbalnya. Predikat verbal pada umumnya ditandai dengan prefiks *me(N)-* dan *ber-* atau tidak ditandai dengan prefiks apa pun. Contoh:

1. kekurangan gizi *menurunkan* kesehatan jasmani
2. biar aku *jadi* diri sendiri

**Verbal Transitif Pasif**

Di sini, klausa subjek menjadi sasaran “perbuatan” atau aktivitas verba. Contoh:

1. ia *dihina*
2. ia *dicap* buruk

**Verbal Transitif Medial**

Klausa ini merupakan klausa refleksif yang diungkapkan oleh Ramlan. Contoh:

1. aku *bercukur*
2. dia *melarikan diri*

**Verbal Transitif Resiprokal**

Serupa dengan penjelasan Ramlan, klausa ini menekankan kata kerja yang menandakan kesalingan. Namun, Kridalaksana melakukan pembagian yang lebih terperinci sebagai berikut:

- Subjek pluralis yang melakukan aktivitas yang berbalasan dan memiliki verba yang ditandai dengan prefiks *ber-* seperti “mereka berkelahi”, konfiks *ber-* dan *\-an* seperti “pendapat mereka bertentangan”, serta awalan *saling me-* seperti “keduanya saling memukul”
- Subjek singularis yang melakukan aktivitas berbalasan dengan objek dan memiliki verba yang ditandai melalui pola *ber-V-an.* Contoh: “ia berpandangan dengan temannya”

**Verbal Antipasif**

Klausa ini disebut antipasif karena terasa janggal apabila diubah ke dalam bentuk pasif. Lebih dari itu, klausa verbal antipasif memiliki verba aktif dan objek yang bersifat general. Contoh:

1. adik *suka* *membaca buku*
2. dia *gemar menyanyikan lagu*

**Verbal Antiaktif**

Sementara itu, klausa verbal antiaktif memiliki verba pasif dengan subjek yang bersifat general. Contoh:

1. *penumpang* *dilarang* merokok
2. *pembeli* *diharapkan* membayar dengan uang pas

**Verbal Intransitif**

Sama seperti yang dipaparkan Ramlan, klausa jenis ini tidak memiliki objek atau sasaran. Contoh:

1. mereka *pergi*
2. para petani giat *bekerja*

Dibandingkan dengan klausa nominal, bilangan, dan preposisional, klausa verbal memiliki penggolongan yang khusus. Lebih dari itu, pengategorian dari Ramlan dan Kridalaksana, dkk. memiliki perbedaan dari segi nama dan saling melengkapi.

Ramlan memaparkan klausa verbal dengan pewatas adjektiva, tapi Kridalaksana, dkk. tidak. Kemudian, buku *Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis* menjelaskan klausa verbal antipasif dan antiaktif. Hal ini tidak dijabarkan oleh Ramlan. Selain itu, terdapat penamaan yang berbeda menyoal keterkaitan antara “pelaku” dengan “aktivitas”. Ramlan menyebutnya sebagai klausa verbal refkleksif sedangkan Kridalaksana, dkk. menamainya klausa verbal medial. Namun, menyangkut klausa verbal resiprokal, Ramlan dan Kridalaksana, dkk. saling melengkapi. 

Semoga lewat pemaparan Kridalaksana, dkk. serta Ramlan di atas, kita bisa lebih mudah dalam mengurai kompleksitas klausa verbal.

**Rujukan:**

- Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1985\. [*Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis*](https://repositori.kemdikbud.go.id/2631/?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Ramlan, M. 1987\. *Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Yogyakarta: C.V. Karyono.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin