> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Jatuh ke Bawah; Naik ke Atas
- URL: https://coba.narabahasa.id/jatuh-ke-bawah-naik-ke-atas/
- Published: 2021-09-15T11:00:13.000Z
- Updated: 2021-09-15T11:00:13.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, diksi, lewah kata, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Setiap penulis pasti pernah menulis kalimat dengan kata-kata yang mubazir. Bisa jadi, hal itu disebabkan oleh kebiasaan kita dalam bertutur. Saya sudah pernah menjelaskan dalam “[Lewah](https://narabahasa.id/linguistik-umum/sintaksis/lewah?ref=coba.narabahasa.id)” bahwa penggunaan *jika-maka*, *sangat-sekali*, dan *hanya … saja* merupakan contoh kemubaziran. Di luar itu, sepertinya ada pula bentuk-bentuk kelewahan yang terjadi sebab kita luput mengecek kamus.

Kerabat Nara pasti pernah mendengar seseorang berujar *jatuh ke bawah*. Pada mulanya, saya berpikir bahwa frasa tersebut wajar-wajar saja. Namun, setelah dipikir-pikir, bukankah kata *jatuh* selalu bermakna 'ke bawah'? Apakah ada frasa *jatuh ke atas*? 

*Jatuh ke bawah* adalah frasa yang lewah. Dalam KBBI, *jatuh* sudah memiliki makna ‘(terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi’. Kelewahan serupa juga bisa kita lihat pada frasa *naik ke atas*. Dalam lema *naik*, sudah ada makna ‘bergerak ke atas atau ke tempat yang lebih tinggi’.

Terlebih, kata *jatuh* dan *naik* sering kali diasosiasikan dengan *kegagalan* serta *kesuksesan*. ‘Bangkrut’, misalnya, merupakan salah satu makna kata *jatuh*. Sementara itu, dalam lema *naik*, ada pula arti ‘meningkatkan’. Hal tersebut, bagi saya, makin menekankan bahwa frasa *ke bawah* dan *ke atas* tidak perlu disematkan lagi pada kata *jatuh* serta *naik*.

Dua frasa itu hanyalah contoh kecil, Kerabat Nara. Masih banyak ketidakefektifan kata yang tanpa sadar kita gunakan. *Proses pengajuan* pun lewah. Jika kita cek pada kamus, *pengajuan* sudah mengartikan ‘proses’, lo.

#lewahkata #diksi

**Rujukan:**

- Jatuh. 2016\. Pada KBBI Daring. Diambil 17 September 2021, dari [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/jatuh](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/jatuh?ref=coba.narabahasa.id).
- Naik. 2016\. Pada KBBI Daring. Diambil 17 September 2021, dari [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/naik](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/naik?ref=coba.narabahasa.id).
- Rahasia umum. 2016\. Pada KBBI Daring. Diambil 17 September 2021, dari [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/rahasia%20umum](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/rahasia%20umum?ref=coba.narabahasa.id).

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin