> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Janji, Sumpah, dan Ikrar
- URL: https://coba.narabahasa.id/janji-sumpah-dan-ikrar/
- Published: 2021-10-25T11:00:39.000Z
- Updated: 2021-10-25T11:00:39.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, ikrar, janji, makna, sumpah, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Tulisan ini disusun pada Hari Sumpah Pemuda 2021\. Berarti, tidak terasa peristiwa Sumpah Pemuda telah berumur 93 tahun. Sementara itu, peringatannya (Hari Sumpah Pemuda) sudah dimulai sejak 1959\. Namun, pernahkah Kerabat Nara berpikir mengapa peristiwa tersebut dinamai sebagai sebuah sumpah, bukan janji? Lalu, apa bedanya kedua kata tersebut dengan ikrar?

Mari kita selisik tiga kata itu berdasarkan maknanya masing-masing. Lema *janji* memiliki lima makna sebagai berikut: 

1. 'ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak memberi, menolong, datang, bertemu)';
2. 'persetujuan antara dua pihak (masing-masing menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu)';
3. 'syarat; ketentuan (yang harus dipenuhi)';
4. 'penundaan waktu (membayar dan sebagainya); penangguhan'; serta
5. 'batas waktu (hidup); ajal'.

Coba kita bandingkan dengan *sumpah* yang berarti (1) 'pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya)'; (2) 'pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar'; serta (3) 'janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu)’.

Secara sekilas, kita bisa melihat bahwa *sumpah* lebih cocok digunakan dalam konteks yang suci, yaitu yang berhubungan dengan Tuhan. Hal ini berbeda dengan kata *janji* yang lebih sering diutarakan kepada sesama manusia. Makanya, dalam sebuah kesepakatan, kata yang digunakan adalah *perjanjian*, bukan *persumpahan*. Selain itu, berbeda dengan *janji* yang menyiratkan ‘kesediaan’ serta ‘kesanggupan’, kata *sumpah* mengandung arti ‘tekad’ yang memaknai ‘kebulatan hati’. Kemudian, dari makna ‘janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu)’, kita dapat mengambil hipotesis bahwa strata *sumpah* lebih tinggi ketimbang *janji*.

Bagaimana dengan *ikrar*? Makna kata ini adalah ‘janji yang sungguh-sungguh’ dan ‘janji (dengan sumpah); pengakuan’. Saya rasa, strata *ikrar* lebih tinggi daripada *janji* dan *sumpah*. Ikrar adalah janji yang dilengkapi dengan sumpah.

#makna #janji #sumpah #ikrar

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin