> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Ivan Lanin di Universitas Widyatama: "Gen Z Tetap Gemar Membaca"
- URL: https://coba.narabahasa.id/ivan-lanin-di-universitas-widyatama-gen-z-tetap-gemar-membaca/
- Published: 2026-07-29T11:18:05.000Z
- Updated: 2026-07-29T11:18:05.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Berita, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Narabahasa menjadi narasumber pada kegiatan luring yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Universitas Widyatama. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara yang digagas oleh Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang bekerja sama dengan berbagai perpustakaan di Indonesia. Acara ini memiliki tujuan untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat Indonesia. Program yang dilaksanakan di kampus Universitas Widyatama, Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 22 Juni 2026 tersebut mengusung topik “Perpustakaan Tanpa Batas: Gen Z Suka Baca Gak Sih?”.

Ivan Lanin kembali hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut bersama dengan dosen dari Universitas Widyatama sekaligus anggota MPR, yaitu Atalia Praratya. Ivan memahami acara ini memiliki target peserta yang spesifik, yaitu gen Z. “Dari topiknya, terlihat acara ini menyasar generasi baru dengan bahasa yang santai,” ujar Ivan. Secara kebetulan, para pembicara merujuk pada satu data yang sama dalam menyampaikan materi. Data tersebut diambil dari Perpustakaan Nasional yang membahas tentang minat baca. Menurut Ivan, pada 2024 angka minat baca gen Z ada di 72,44%. Lalu, pada 2025, angka tersebut menurun yang disebabkan oleh perbedaan metode penghitungan data. 

Dalam pemaparannya, Ivan menegaskan bahwa gen Z tetap suka membaca. “Namun, perbedaan ekosistem menyebabkan para perpustakaan harus mampu menyesuaikan peran dengan cermat,” jelas Ivan. Menurut Ivan, kegiatan membaca dianggap sebagai kegiatan sosial. Hal ini berbeda dengan generasi dahulu yang menganggap membaca sebagai kegiatan personal. “Pergeseran ini perlu didukung oleh perpustakaan. Alih-alih hanya mengoleksi, perpustakaan dapat mengkurasi bacaan. Kemudian, selain menyimpan, perpustakaan dapat mulai ‘menemukan’ bacaan-bacaan yang menarik,” ungkap Ivan. 

Terakhir, Narabahasa berharap perpustakaan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai ruang belajar. Dengan demikian, perpustakaan dapat tetap menjadi ruang yang relevan, menarik, dan mampu menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda.

Penulis: Tuah Ananda Setiawan

Penyunting: Rifka Az-zahra