> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Itu Tak Selalu Tersebut
- URL: https://coba.narabahasa.id/itu-tak-selalu-tersebut/
- Published: 2022-02-01T11:00:07.000Z
- Updated: 2022-02-01T11:00:07.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, demonstrativa, itu, tersebut, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal kata *itu* dan *tersebut*. Lebih dari sekadar kenal, kita bahkan akrab dengan kata *itu* karena terbiasa menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Sementara itu, kata *tersebut* barangkali cukup intensif dimanfaatkan dalam ragam tulisan.

Moeliono, dkk. (2017) mengategorikan kata *itu* dan *tersebut* sebagai demonstrativa, yakni ‘kata yang berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda’. Secara spesifik, dua kata tersebut merupakan demonstrativa ketakrifan. *Itu* dan *tersebut* dinilai sebagai penunjuk nomina atau frasa nominal yang sudah diketahui oleh peserta tutur. Perhatikan dua contoh di bawah ini.

1. Lumba-lumba *itu* mamalia laut.
2. Lumba-lumba *itu* sedang menyundul bola.

Ada perbedaan fungsi *itu* dalam dua kalimat di atas. Pada kalimat pertama, *itu* berperan sebagai pewatas subjek yang generik. Berarti, semua lumba-lumba adalah mamalia laut. Namun, pada kalimat kedua, *itu* berdiri sebagai pewatas subjek yang definit atau tertentu. Demonstrativa *itu* pada kalimat kedua adalah pronomina penunjuk yang menandakan bahwa ada seekor lumba-lumba yang sedang menyundul bola.

Menariknya, hanya *itu* pada kalimat kedua yang terasa cocok untuk disulih dengan *tersebut*. *Itu* pada kalimat pertama akan terasa janggal kalau diganti dengan *tersebut*. Berikut adalah contoh lainnya yang mencerminkan bahwa *itu* tidak selalu dapat diganti dengan *tersebut*.

1. Merokok *itu* tidak sehat.
2. Kamu tidak salah. Maka dari *itu*, jangan bercemas hati.

Sekarang, coba kita bandingkan. Apakah kata *tersebut* pada contoh di bawah ini dapat disubstitusikan dengan kata *itu*?

1. Lumba-lumba *tersebut* sedang menyundul bola.
2. Mobil *tersebut* sudah terlalu tua, maka Ayah hendak menjualnya.

Jawabannya: ya, bisa. Apabila Kerabat Nara perhatikan, paling tidak ada tiga simpulan yang dapat kita tarik. 

Pertama, *itu* sering kali menggantikan verba kopula *adalah*. “Lumba-lumba *itu* mamalia laut”, misalnya, bisa juga dimaknai sebagai “Lumba-lumba *adalah* mamalia laut”. Dalam konteks ini, *itu* tidak dapat diganti dengan *tersebut*. 

Kedua, *itu* dalam kalimat “Merokok *itu* tidak sehat” terasa janggal jika disubstitusikan dengan *tersebut*. Pada contoh tersebut, *itu* berperan sebagai penegas. 

Ketiga, *itu* yang merupakan bagian dari konjungsi tidak dapat diganti dengan demonstrativa *tersebut*. Contohnya kita temukan pada “oleh karena *itu*”, “maka dari *itu*”, dan “sejak saat *itu*”.

Dengan demikian, kata *itu* tidak selalu dapat diganti dengan *tersebut*. Namun, pada lain sisi, kata *tersebut* kemungkinan besar dapat disulih dengan *itu*.

#itu #tersebut #demonstrativa

**Rujukan:**

- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Saryono, Djoko & Soedjito. 2020\. *Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Kosakata.* Jakarta: PT Bumi Aksara.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin