> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Idiom “Pilihan Ganda”
- URL: https://coba.narabahasa.id/idiom-pilihan-ganda/
- Published: 2021-02-18T11:21:50.000Z
- Updated: 2021-02-18T11:21:50.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Morfologi, idiom, komposisi, pembentukan kata, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

*Pilihan ganda* sering kita jumpai pada masa sekolah. Biasanya, pada ulangan atau ujian akhir, soal-soal berupa pilihan ganda adalah gerbang pertama yang perlu dilewati sebelum murid menjamah soal-soal penyelesaian masalah atau uraian. Namun, pernahkah kita terpikir apa makna dari *pilihan ganda* itu sendiri? Apakah proses peleburan keduanya membentuk sebuah frasa atau justru mereka merupakan hasil pemajemukan?

Pertama-tama, kita perlu membedakan konsep frasa dengan kata majemuk. Frasa adalah gabungan kata, hasil dari proses sintaksis. Sementara itu, kata majemuk atau komposisi terbentuk dari kompositum atau perpaduan [antarleksem](https://coba.narabahasa.id/perbedaan-leksem-dan-kata/), hasil dari proses morfologis. 

Di bawah ini adalah ciri-ciri kompositum sebagai pembentuk kata majemuk yang dikemukakan oleh Kridalaksana (2010: 104).

1\. Ketaktersisipan

Perpaduan leksem tidak boleh disisipi oleh apa pun. Hal ini bisa kita temukan pada kompositum *buta warna*. Tidak ada sisipan di antara dua kata tersebut. Sementara itu, *alat negara* adalah frasa yang dapat disisipi preposisi *dari* sehingga menjadi *alat dari negara*.

2\. Ketakterluasan

Sebagian besar kompositum tidak dapat mengalami perluasan berupa afiksasi. Contohnya adalah *buta warna* dan *bujuk rayu*. Namun, apabila hendak diubah menjadi kata majemuk, ada pula kompositum yang harus dibubuhi afiks, seperti *bumi hangus* yang menjadi *membumihanguskan*.

3\. Ketakterbalikan

Pada ciri ini, urutan komponen dalam kompositum tidak dapat diubah. *Bapak ibu, pulang pergi,* dan *kurang lebih* bukanlah kompositum karena urutan komponennya dapat ditukar menjadi *ibu bapak, pergi pulang*, dan *lebih kurang*. Mereka adalah frasa. Sebaliknya, *arif bijaksana*, *hutan belantara*, dan *alih nama* adalah kompositum dan urutan komponennya tidak dapat berubah.

Proses pembentukan kata majemuk dapat dilihat melalui bagan berikut.

![](https://narabahasa.id/web/wp-content/uploads/2021/02/pasted-image-0.png)

Kridalaksana lalu mengklasifikasikan kompositum menjadi lima golongan, yakni kompositum subordinatif (tipe A) dengan sembilan belas pola pembentukan, kompositum subordinatif atributif (tipe B) dengan enam belas pola pembentukan, kompositum koordinatif (tipe C) dengan tujuh pola pembentukan, kompositum berproleksem (tipe D) dengan satu pola pembentukan, dan kompositum sintetis (tipe E) dengan dua pola pembentukan.

Menurut saya, ada tiga pola yang berpotensi membentuk *pilihan ganda.* Meskipun demikian, di dalamnya ada pula ketidakcocokan yang perlu kita cermati. Mari kita periksa satu per satu berdasarkan pada klasifikasi Kridalaksana di atas.

1\. Tipe A11

Di sini, kompositum terdiri atas leksem nominal yang diikuti oleh leksem dari kelas lainnya. Leksem kedua dapat dianggap sebagai leksem yang menunjukkan keadaan leksem pertama. Meskipun konstruksi pada tipe ini adalah diterangkan-menerangkan—seperti frasa—kompositum tipe A11 bukanlah frasa sebab keduanya tidak dapat dihubungkan dengan konjungsi *yang*.

Contoh-contoh pada tipe A11 mencakup *bunga rampai, angin sakal,* dan *garis bujur* dengan perumpamaan bahwa leksem kedua menerangkan leksem pertama atau b menerangkan a. Baik leksem pertama maupun kedua pada tiga contoh tersebut merupakan kata benda. 

Pada *pilihan ganda*, leksem pertama merupakan nomina. Sementara itu, *ganda* juga memiliki satu makna nomina, yaitu ‘(tentang hitungan) kali; lipat’ dan makna adjektiva, yakni ‘berbayang (seakan-akan ada dua)’ dan ‘berpasangan (terdiri atas dua); berpasangan dua-dua (dalam bulu tangkis, tenis, dan sebagainya)’. 

Dengan demikian, apabila menggunakan pola A11, berarti ‘kali’; ‘lipat’; ‘berbayang’; ‘berpasangan’, atau ‘berpasang-pasangan’ menerangkan *pilihan*.

2\. Tipe B7

Apabila merujuk pada dua arti adjektiva dari *ganda*, tipe B7 terasa pas diterapkan untuk membentuk *pilihan ganda*.

Pada tipe ini, analogi yang digunakan dalam peleburan leksem adalah a secara b. Contoh-contohnya mencakup *gagal total, kawin lari,* dan *kawin paksa*. Berarti, dalam pola ini, kita dapat menemukan *pilihan secara ganda*, *pilihan secara berpasangan*, atau *pilihan secara berpasang-pasangan*.

3\. Tipe B8

Perumpamaan pada tipe ini adalah a sebanyak b. Contoh kompositum pada tipe B8 mencakup *kembar lima*, *kembar tiga,* dan *lipat banyak*. Berdasarkan contoh tersebut, leksem pertama dapat diduduki oleh leksem nominal (*kembar*) dan leksem verbal (*lipat*), sedangkan leksem kedua dapat diisi oleh leksem numeralia atau adjektiva (*banyak*).

Jika menggunakan pola ini, kita akan berhadapan dengan pemaknaan *pilihan sebanyak ganda*, *pilihan sebanyak berpasangan,* atau *pilihan sebanyak berpasang-pasangan*.

Bagi saya, tipe B7 terasa lebih masuk akal. Tipe A11 terbatas pada leksem nominal. Sementara itu, tipe B8 terbatas pada akhiran numeralia. Pada KBBI V, *ganda* tidak tergolong ke dalam numeralia.

Pertanyaan berikutnya, apakah *pilihan ganda* adalah idiom, yakni konstruksi yang membentuk makna baru, lepas dari makna komponen-komponennya? Kita tahu, dalam soal-soal ujian, pilihan ganda nyatanya memuat lebih dari dua pilihan. Kemudian, jika merujuk pada kamus, *pilihan ganda* berarti ‘pilihan dalam beberapa alternatif’. 

Berdasarkan pemaparan di atas, saya beranggapan bahwa *pilihan ganda* adalah idiom yang dibentuk melalui pola kompositum B7 dari Kridalaksana.

**Rujukan**:

- Ganda. 2016\. Pada KBBI V Daring. Diambil pada 9 Februari 2021, dari [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ganda](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ganda?ref=coba.narabahasa.id).
- Kridalaksana, Harimurti. 2009\. *Kamus Linguistik: Edisi Keempat*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Pilihan ganda. 2016\. Pada KBBI V Daring. Diambil pada 9 Februari 2021, dari [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pilihan%20ganda](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pilihan%20ganda?ref=coba.narabahasa.id).

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin