> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Fonem /F/ dan /V/
- URL: https://coba.narabahasa.id/fonem-f-dan-v/
- Published: 2021-03-09T11:00:51.000Z
- Updated: 2021-03-09T11:00:51.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Fonologi, fonem, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Mengapa fonem /f/ dalam kata *aktif* harus berubah menjadi /v/ dalam *aktivitas*? Apabila /f/ dan /v/ mewakili bunyi yang sama, mengapa *vitamin* tidak ditulis *fitamin*? 

Ternyata, /f/ dan /v/ dalam bahasa Indonesia merupakan perkara [linguistik](https://coba.narabahasa.id/perbedaan-gugus-dan-deret-fonem/) yang sudah umum dibicarakan oleh para ahli. Pertama-tama, perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa fonem /f/ dan /v/ bukanlah fonem yang murni berasal dari bahasa Indonesia. Keduanya diserap dari bahasa asing. Dalam perjalanan kamus bahasa Indonesia, kedua fonem tersebut telah dikonversi menjadi fonem /p/, seperti pada kata *pikir* dari *fikir*, *paham* dari *faham*, *pulpen* dari *vulpen*, dan *permak* dari *vermaak*.

Chaer (2013) memasukkan /f/ ke dalam daftar fonem konsonan bahasa Indonesia. Moeliono dkk. (2017) pun turut menyertakan /f/ sebagai salah satu fonem konsonan dalam bahasa Indonesia. Konsonan ini dinamakan konsonan frikatif labiodental atau konsonan geseran tak bersuara. Baik Chaer maupun Moeliono dkk. menuliskan bahwa fonem /f/ dapat dilambangkan dengan huruf <f> juga <v>. Sebaliknya, /v/ tidak dikategorikan sebagai salah satu fonem dalam bahasa Indonesia.

Perihal pengangkatan fonem /f/ menjadi fonem bahasa Indonesia, saya belum menemukan alasannya. Dugaan saya, fonem ini begitu produktif dalam bahasa Indonesia ketimbang fonem /v/. Sementara itu, pelambangan fonem /f/ dengan huruf <v> adalah persoalan ortografi atau penulisan ejaan.

Mari, kita coba jawab dua pertanyaan pada awal tulisan. *Aktif* berubah menjadi *aktivitas* karena *aktif* diserap dari *active*, sedangkan *aktivitas* diserap dari *activity*. Kedua kata tersebut diserap dari bentuk yang berbeda. Sementara itu, *fitamin* jadi tidak berterima sebab kemungkinan kata *vitamin* diserap dari *vitamin* (Inggris) atau *vitamine* (Belanda).

**Rujukan**:

- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. “[Aktivitas atau Aktifitas](http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk%5Fpraktis/166?ref=coba.narabahasa.id)”. Diakses pada 9 Maret 2021.
- Chaer, Abdul. 2013\. *Fonologi Bahasa Indonesia*, Jakarta: Rineka Cipta.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Sugeng, Bambang. 2020 “Lafal”. Dalam *Majalah Tempo*, Juni, Jakarta.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Dessy Irawan