> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Enklitik -Nya
- URL: https://coba.narabahasa.id/enklitik-nya/
- Published: 2021-01-01T09:01:40.000Z
- Updated: 2021-01-01T09:01:40.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Morfologi, Enklitik, Klitik, Nya, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Dalam bahasa tulis dan ujaran sehari-hari, kita sering menggunakan *\-nya.* Meskipun kita begitu intensif memanfaatkan *\-nya*, apakah kita sudah benar-benar mengenal dan akrab dengan *\-nya*? Apa saja fungsi *\-nya*?

Perlu diketahui, *\-nya* termasuk ke dalam jenis klitik, yakni bentuk terikat yang dapat mengisi gatra pada tingkat frasa atau klausa (*Kamus Linguistik: Edisi Keempat*). Klitik tidak memiliki ciri-ciri kata karena tidak dapat berdiri sebagai bentuk bebas. Lalu, *\-nya* sendiri merupakan bentuk enklitik, yakni klitik di posisi akhir. 

Kita pun perlu membedakan klitik dengan [afiks](https://coba.narabahasa.id/afiks-dalam-bahasa-indonesia/). Klitik dapat melekat pada pada verba, nomina, dan adjektiva, sedangkan afiks hanya terbatas menempel pada nomina serta verba. 

Mengenai fungsi *\-nya*, I Wayan Pastika telah melakukan penelitian yang mendalam melalui tulisan beliau, “Klitik *\-Nya* dalam Bahasa Indonesia” (2012). Dalam artikel ilmiah tersebut, Pastika menganalisis fungsi-fungsi klitik *\-nya* dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis.

#### Fungsi Tak Termarkah

Pada fungsi ini, enklitik *\-nya* dapat berdiri sebagai (a) penanda orang ketiga tunggal dan pemilik; (b) penanda orang ketiga tunggal objek; dan (c) penanda ketakrifan. Perhatikan contoh di bawah ini.

1. *Ayah mencuci mobil*nya* *.**
2. *Ayah mencuci mobil. Aku menemani*nya* di garasi.*
3. *Aku bertanya, “Yah, air*nya* mati, ya?”*

*\-Nya* pada contoh pertama dapat menduduki fungsi (a). Sebagai penanda orang ketiga tunggal dan pemilik, *\-nya* merujuk kepada *Ayah.* Sementara itu, pada contoh kedua, *\-nya* memenuhi fungsi (b) sebagai penanda objek. Apabila pada kalimat pertama contoh kedua *Ayah* berdiri sebagai subjek, pada kalimat selanjutnya, *Ayah* memiliki kedudukan objek yang dimunculkan melalui enklitik *\-nya*. Sementara itu, pada contoh ketiga, enklitik memenuhi fungsi (c), yakni penanda ketakrifan. Ketakrifan adalah hal yang bersangkutan dengan sifat nomina atau frasa nominal yang referennya telah ditentukan atau diketahui oleh pelaku dan mitra tutur. *Ayah* dan *aku* pada contoh tersebut telah mengetahui “air” yang dimaksud.

#### Fungsi Termarkah

Pada fungsi ini, enklitik *\-nya* memiliki kedudukan sebagai (a) penanda genitif, (b) penanda nominalisasi verba, (c) penanda kata tanya, (d) penanda ketakrifan pada bentuk definit, dan (e) konstituen pinggiran. Mari, kita bedah satu demi satu. 

##### a. Penanda Genitif

Perhatikan contoh berikut.

*Ini rumah*nya* saya.*

Pada contoh di atas, *\-nya* dapat mewakili fungsi (a) penanda genitif, yakni penanda untuk enklitik yang kehilangan fungsi kepemilikan lantaran munculnya diksi *saya*. Dalam hal ini, *saya* yang merupakan nomina pemilik terhubung dengan nomina termilik: *rumahnya*. Contoh ini sering kita jumpai pada percakapan sehari-hari.

##### b. Penanda Nominalisasi Verba

Selanjutnya, untuk memahami fungsi (b), yaitu enklitik *\-nya* sebagai penanda nominalisasi verba, perhatikan contoh di bawah ini. 

*Kamu makan*nya* apa?*

Pada contoh tersebut, *makan* sebagai verba intransitif ditutup dengan klitik *\-nya*. Hal ini membuat *makan* beralih menjadi nomina yang tetap memiliki fungsi predikat. Tentu ini merupakan fenomena yang menarik. Jika diperhatikan, persulihan *makan* menjadi *makan*nya** menunjukkan perubahan predikat tindakan menjadi predikat statif, yakni bentuk deskripsi keadaan, bukan tindakan.

Sementara itu, dalam verba intransitif, enklitik *\-nya* tidak mengubah kategori dan fungsi kata. *\-Nya* dalam kalimat *Dia menggoreng*nya* di atas panci* berfungsi sebagai penanda objek dan pemarkah ketakrifan.

##### c. Penanda Kata Tanya

Enklitik *\-nya* sebagai kata tanya merupakan bagian dari frasa nominal yang berdiri sebagai atribut dari inti kata tanya. Lebih lanjut lagi, kata tanya yang memiliki enklitik *\-nya* dapat menimbulkan topikalisasi atau menandakan ketakrifan dan genitif.

- *Rumahmu di sebelah mana*nya* Blok M?*
- *Apa*nya* yang tidak enak?*

Contoh pertama menunjukkan -*nya* sebagai penanda genitif yang menandakan hubungan pemilik (*Blok M*) dan termilik (*sebelah mananya*). Sementara itu, contoh kedua menunjukkan ketakrifan, yakni topik yang sudah diketahui oleh para pelaku tuturan.

##### d. Penanda Ketakrifan pada Bentuk Definit

Penanda ketakrifan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Di sini, enklitik *\-nya* melekat pada bentuk takrif lainnya (definit), seperti demonstrativa *ini* dan *itu* atau pronomina ketiga *dia*. 

- *Itu*nya* saja yang dihilangkan.*
- *Dia*nya* nyebelin, sih.*

##### e. Konstituen Pinggiran

Pada fungsi ini, enklitik *\-nya* mengubah kata sifat menjadi nomina. Contohnya adalah *makanya, memangnya, seharusnya, seandainya, seterusnya, sebanyak-banyaknya, secukupnya, seluas-luasnya,* dan lain-lain.

Di luar itu, Pastika juga menambahkan satu fungsi *\-nya*, yakni sebagai pertimbangan sosiolinguistik. *\-Nya* pun ternyata berkaitan dengan kesantunan ketika seseorang segan untuk menggunakan kata ganti orang kedua. Berikut contohnya.

*A: Maaf, nama*nya* siapa, ya?*

*B: Saya Rudi, Mas.*

Alih-alih menggunakan *namamu*, si A lebih merasa aman untuk menggunakan *nama*nya**. Kita pun sering menerapkan hal itu pada kehidupan sehari-hari.

Pemaparan di atas merupakan inti sari yang saya ambil dari artikel panjang Pastika. Banyak sekali contoh keseharian penggunaan *\-nya* dalam fungsi termarkah. Terlebih, saya rasa, fungsi *\-nya* bakal terus bertambah seiring berjalannya waktu.

**Rujukan:** 

- Kridalaksana, Harimurti. 2009\. [*Kamus Linguistik: Edisi Keempat*](https://books.google.co.id/books?id=gKNLDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs%5Fvpt%5Fread#v=onepage&q&f=false). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Pastika, I Wayan. 2012\. “Klitik *\-Nya* dalam Bahasa Indonesia"*.* Dalam *Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra* Vol. XI, No. 1 (hlm. 121--142). Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin