> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Derivasi Balik: Tik, Mengetik, dan Diketik
- URL: https://coba.narabahasa.id/derivasi-balik-tik-mengetik-dan-diketik/
- Published: 2021-06-18T08:36:36.000Z
- Updated: 2021-06-18T08:36:36.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Morfologi, derivasi, derivasibalik, ketik, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Saat ini, saya jarang menemukan seseorang yang masih menggunakan pena dan kertas dalam proses menulis, apalagi dalam ranah profesional. Tugas-tugas saya sebagai seorang penulis dan editor bahasa pun bisa diselesaikan secara praktis dengan laptop atau komputer. Bahkan kalau mendesak, ponsel pintar jadi jalan tikus untuk mengetik. Betul, dewasa ini saya rasa *menulis* sama dengan *mengetik*.

Suatu hari, seorang atasan saya bertanya, "Sudah selesai pekerjaanmu?" Saya jawab, "Sudah. Baru saja selesai saya tik." Dia terheran-heran.

Kata dasar *mengetik* adalah *tik*. Ketika suatu kata dengan satu suku kata bertemu imbuhan *me-* atau *pe-*, terjadi pemunculan fonem /ŋ/ dan /e/. Oleh karena itu, meskipun kata dasarnya adalah *bom* dan *cat*, keduanya berubah ketika mengalami afiksasi sehingga menjadi *me*nge*bom*, *me*nge*cat*, *pe*nge*bom*, dan *pe*nge*cat*.

Munculnya fenomena *diketik,* menurut Kridalaksana (2010), adalah sebuah derivasi balik, yakni pembentukan kata karena pengguna bahasa tidak memahami unsur-unsurnya. Dapat dibilang, derivasi balik terjadi karena kita tidak mengetahui bentuk dasar dari sebuah kata.

Boleh jadi, *diketik* hadir karena asumsi bahwa *mengetik* terbentuk dari *me- + ketik* sehingga memicu peluluhan fonem /k/. Hal ini terjadi ketika kita menganggap *ketik* sebagai bentuk dasar. Lebih lanjut lagi, jika *diketik* adalah bentuk pasif *mengetik,* bukankah sebaiknya kita juga menemukan *dikebom* atau *dikecat*, alih-alih *dibom* dan *dicat*?

Ada bagusnya kita tidak malas untuk selalu mengecek bentuk dasar sebuah kata.

**Rujukan:**

Kridalaksana, Harimurti. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia.* Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin