> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Cium dan Kecup
- URL: https://coba.narabahasa.id/cium-dan-kecup/
- Published: 2021-02-09T11:00:09.000Z
- Updated: 2021-02-09T11:00:09.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Semantik, komponen makna, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Eko Endarmoko pernah mengulas makna kata *menghidu* dalam tulisan berjudul “[Belantara Makna](https://rubrikbahasa.wordpress.com/2020/12/08/belantara-makna/?ref=coba.narabahasa.id#more-4231)”*. Menghidu* memiliki bentuk dasar *hidu* yang berarti ‘mencium’. Namun, *menghidu* lebih spesifik merujuk pada bebauan, sedangkan *mencium* dapat digunakan untuk mengindikasikan gelagat, petunjuk, atau informasi. *Mencium* begitu umum digunakan sebagai kiasan seperti pada kalimat *Aku mencium kebohongan dari pernyataannya* atau *Aku mencium suasana yang tidak enak sewaktu rapat tadi*. Tentu kita tidak dapat mengganti *mencium* pada dua contoh tersebut dengan *menghidu.*

Setelah membaca tulisan tersebut, saya jadi penasaran dengan perbedaan antara *mencium* dan *mengecup*. Kita dapat menggunakan analisis komponen makna. Lyons dalam Muhadjir (2017: 191) mengatakan bahwa analisis komponen adalah deskripsi makna yang didasarkan pendirian bahwa makna tiap leksem dapat dianalisis dengan sejumlah komponen (atau ciri-ciri makna) yang lebih umum. Kita tahu, makna kata-kata di dalam kamus saling merujuk.

Perhatikan model analisis komponen makna berikut yang saya kutip dari [*Semantik dan Pragmatik: Edisi Kedua*](https://narabahasa.id/artikel/resensi-kebahasaan/buku/manfaat-buku-semantik-dan-pragmatik/?ref=coba.narabahasa.id).

- *Janda* \[+MAKHLUK HIDUP\] \[+MANUSIA\] \[+WANITA\] \[+PERNAH KAWIN\]
- *Gadis* \[+MAKHLUK HIDUP\] \[+MANUSIA\] \[+WANITA\] \[-KAWIN\]
- *Perempuan* \[+MAKHLUK HIDUP\] \[+MANUSIA\] \[+WANITA\] \[+-KAWIN\]

Janda, gadis, dan perempuan adalah tiga kata yang dianalisis. Makhluk hidup, manusia, wanita, dan kawin adalah komponen makna yang dimiliki setiap kata. Lebih dari itu, lambang plus, minus, dan kurang-lebih berdiri sebagai notasi komponen. Dapat disimpulkan, janda adalah wanita yang pernah kawin, gadis adalah wanita yang belum kawin, dan perempuan adalah wanita yang sudah kawin atau belum.

Sekarang mari kita menganalisis komponen makna *mencium* dan *mengecup*.

- *Mencium* \[+VERBA\] \[+DENGAN HIDUNG\] \[-DENGAN BIBIR\] \[+BERHUBUNGAN DENGAN BAU\] \[+BERKIASAN DENGAN MAKNA ‘MENGUSUT’\] \[+BERKIASAN DENGAN MAKNA ‘MENGETAHUI’\] \[+BERKIASAN DENGAN MAKNA ‘MENABRAK’\]
- *Mengecup* \[+VERBA\] \[- DENGAN HIDUNG\] \[+DENGAN BIBIR\] \[-BERHUBUNGAN DENGAN BAU\] \[-BERKIASAN DENGAN MAKNA ‘MENGUSUT’\] \[-BERKIASAN DENGAN MAKNA ‘MENGETAHUI’\] \[-BERKIASAN DENGAN MAKNA ‘MENABRAK\]

Berdasarkan deskripsi komponen makna di atas, kita dapat lebih jelas mengetahui perbedaan *mencium* dan *mengecup*. Keduanya memang sama-sama verba yang “melekatkan sesuatu”. Dalam *mencium*, sesuatu itu adalah hidung, sedangkan dalam *mengecup*, sesuatu itu adalah bibir. *Mencium* juga memiliki makna kiasan ‘mengusut’, ‘mengetahui’, dan ‘menabrak’. Di lain sisi, *mengecup* tidak punya makna kiasan.

Tentu saja, lewat deskripsi bahkan analisis komponen, kita bisa menggunakan kata yang tepat untuk diujarkan atau dituliskan. Muhadjir bahkan menegaskan bahwa analisis komponen dapat membantu kita dalam menghindari ketaksaan.

**Rujukan**:

- Endarmoko, Eko. 2020\. “[Belantara Makna](https://rubrikbahasa.wordpress.com/2020/12/08/belantara-makna/?ref=coba.narabahasa.id#more-4231)”. Diakses pada 5 Februari 2021.
- Markoem, Muhadjir. 2017\. *Semantik dan Pragmatik: Edisi Kedua.* Tangerang: Pustaka Mandiri.
- Mencium. 2016\. Pada KBBI V Daring. Diambil pada 5 Februari 2021\. [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mencium](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mencium?ref=coba.narabahasa.id)
- Mengecup. 2016\. Pada KBBI V Daring. Diambil pada 5 Februari 2021\. [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mengecup](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mengecup?ref=coba.narabahasa.id)

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin