> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Ciri Semantis dan Morfologis Prefiks “ter-”
- URL: https://coba.narabahasa.id/ciri-semantis-dan-morfologis-prefiks-ter/
- Published: 2021-02-22T02:00:04.000Z
- Updated: 2021-02-22T02:00:04.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Morfologi, prefiks, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Prefiks *ter-* sudah banyak dibahas oleh para ahli bahasa. Mees (1957), Slametmuljana (1957), Alisjahbana (1982), Badudu (1981), Keraf (1984), Purwo (1985), Ramlan (1987), Kridalaksana (1989), Alieva dkk. (1991), Tadjuddin (1993), serta Alwi dkk. (1998) merupakan sederet nama yang telah mengkaji *ter-* secara mendalam. Pada 2000, Sasangka, Hastuti, dan Napitupulu dalam *Perilaku Sintaksis dan Ciri Semantis Kata yang Berafiks ter- dalam Bahasa Indonesia* mencoba merangkum pendapat-pendapat mengenai afiks *ter-* dari para ahli tersebut.

**Ciri Semantis**

Secara [semantis](https://coba.narabahasa.id/alam-semantik/), prefiks *ter-* dapat membentuk makna-makna berikut. 

1\. Ketidaksengajaan

Contohnya adalah *tersinggung, terbawa,* dan *terjepit*.

2\. Ketiba-tibaan

Contohnya adalah *terkejut, tersadar,* dan *teringat*.

3\. Kemungkinan atau Ketidakmungkinan

Contohnya adalah *terbaca* atau *tidak terbaca*, *ternilai* atau *tidak ternilai*, dan *terkalahkan* atau *tidak terkalahkan*.

4\. Sudah di- (+dasar)

Contohnya adalah *tercatat*, *tertulis*, dan *terkenal*.

5\. Dapat di- (+dasar) 

Contohnya adalah *terwujud*, *terpengaruh*, dan *tergolong*.

6\. Perbuatan telah terjadi

Contohnya adalah *terbunuh*, *terpilih*, dan *terjatuh*.

7\. Dalam keadaan

Contohnya adalah *terbuka* dan *tertutup* atau *terletak* dan *tertuju*. Selain itu, makna keadaan juga dapat diwakili melalui bentuk kiasan, seperti *tertarik* dan *terpaku*.

8\. Paling

Contohnya adalah *tertinggi*, *terbaik*, dan *terpenting*.

9\. Orang yang di- (+dasar)

Contohnya adalah *terdakwa*, *tertuduh*, dan *terpidana*.

**Ciri Morfologis**

Makna-makna di atas dapat dicerminkan oleh prefiks *ter-* yang melebur pada kelas kata verba, adjektiva, nomina, adverbia, dan preposisi.

1\. Pembentuk Verba

Verba dapat diciptakan lewat afiks *ter-* yang melebur pada verba dasar, nomina dasar, dan preposisi.

A. Prefiks *ter-* (+ verba dasar)

Jenis ini sangat produktif dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah *terduduk*, *tertidur*, *terjual*, dan sebagainya. Namun, tidak semua verba dasar dapat diawali dengan *ter-*. Contohnya adalah *termandi*, *tepergi*, dan *terdatang*. Ingat, pada umumnya, apabila verba dasar tidak dapat diimbuhi *di-* dan *me-*, besar kemungkinannya bahwa verba tersebut juga tidak dapat dibubuhi *ter-*.

B. Prefiks *ter-* (+ nomina dasar)

Sama dengan jenis *ter-* sebelumnya, nomina dasar dapat diawali dengan *ter-* apabila bentuk dasarnya dapat diberi imbuhan *di-* dan *me-*. Contohnya adalah *memaku*, *dipaku, terpaku*; *mendakwa*, *didakwa*, *terdakwa*; dan *menamakan, dinamakan, ternama.*

C. Prefiks *ter*\- (+ preposisi)

Verba yang dapat terbentuk melalui prefiks *ter-* dan preposisi adalah *teruntuk* dan *terhingga*. Tidak semua preposisi dengan awalan *ter-* mampu membentuk verba, seperti *terdengan, terguna, tertentang*, dan sebagainya. 

2\. Pembentuk Adjektiva

Adjektiva dapat diciptakan lewat prefiks *ter-* yang melebur pada adjektiva dasar, nomina dasar, adverbia dasar, dan preposisi.

A. Prefiks *ter-* (+ adjektiva dasar)

Contohnya adalah *tercantik, terpandai, dan terbaik*. Berdasarkan pemaparan Sasangka dkk., semua adjektiva dasar bisa diberi imbuhan *ter-*. Meskipun demikian, ada beberapa kata yang terasa janggal atau tidak biasa kita gunakan, seperti *tersuka, terbangga,* atau *teryakin*.

B. Prefiks *ter-* (+ nomina dasar)

Contohnya adalah *terdepan, terkiri*, dan *terakhir*.

C. Prefiks *ter-* (+ adverbia dasar)

*Terlebih, terbiasa*, dan *terbaru* adalah tiga contoh adverbia dasar yang diawali dengan prefiks *ter-*. Ingat, tidak semua adverbia mampu diberi imbuhan *ter-*, contohnya adalah *terhanya, tersegera*, atau *terbukan*.

D. Afiks *ter-* (+ preposisi)

Contohnya adalah *terdalam*. *Terluar, teratas*, atau *terbawah* tidak termasuk ke dalam kategori ini karena bentuk dasar *luar, atas*, dan *bawah* adalah nomina.

3\. Pembentuk Nomina

Nomina yang dapat diciptakan lewat prefiks *ter-* cukup terbatas. Contohnya adalah *terdakwa*, *tertuduh, tersangka, terpidana, terhukum,* dan *tergugat*. 

4\. Pembentuk Adverbia

Adverbia dengan awalan *ter-* dapat dibentuk dengan memanfaatkan bentuk dasar adjektiva, seperti *ternyata*, *teristimewa*, dan *terutama*. Kemudian, ada pula adverbia yang dibentuk dengan formula: *ter-* \+ bentuk dasar verba dan direduplikasi. Contohnya adalah *terburu-buru* dan *terkekeh-kekeh*.

5\. Pembentuk Preposisi

Preposisi *terhadap* terbentuk melalui prefiks *ter-* yang bertemu dengan bentuk dasar nomina .

Menurut saya, dalam bahasa Indonesia, *ter-* adalah imbuhan yang kompleks. Makna sebuah kata tidak hanya mengalami perubahan apabila diimbuhi *ter-*. Lebih dari itu, kelas kata sebuah bentuk dapat ikut berubah, bergantung pada penempatannya. Perhatikan dua contoh berikut.

1. Dia *sudah terdesak* oleh keadaan.
2. Dia merasa *sangat terdesak*.

Pada kalimat 1, *terdesak* berperan sebagai verba, sedangkan pada kalimat dua, *terdesak* berperan sebagai adjektiva.

**Rujukan**:

Sasangka, dkk. 2020\. [*Perilaku Sintaksis dan Ciri Semantis Kata yang Berafiks ter- dalam Bahasa Indonesia*](https://repositori.kemdikbud.go.id/3407/1/PERILAKU%20SINTAKSIS%20DAN%20CIRI%20SEMANTIS%20KATA%20YANG%20BERAFIKS%20TER-%20DALAM%20BAHASA%20INDONESIA.pdf?ref=coba.narabahasa.id). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

**Penulis**: Yudhistira

**Penyunting**: Ivan Lanin