> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Ciri-Ciri Sintaksis Nomina
- URL: https://coba.narabahasa.id/ciri-ciri-sintaksis-nomina/
- Published: 2021-05-20T16:07:23.000Z
- Updated: 2021-05-20T16:07:23.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: Sintaksis, nomina, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Nomina adalah salah satu kelas kata utama. Dalam berujar dan menulis, kelas kata ini sering sekali kita gunakan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri sintaksis nomina sehingga ia dapat dimanfaatkan secara tepat.

Ciri pertama nomina yang paling mudah untuk diidentifikasi adalah fungsinya sebagai [subjek](https://narabahasa.id/artikel/resensi-kebahasaan/buku/memahami-pelesapan-subjek/?ref=coba.narabahasa.id). Umumnya, nomina terletak pada awal kalimat. Perhatikan contoh berikut.

1. *Bapak* belum pulang dari semalam.
2. *Polisi* menilang kendaraan yang melanggar lampu lalu lintas.
3. *Gina* pergi ke warung untuk membeli sabun.

*Bapak*, *polisi*, dan *Gina* merupakan nomina persona.

Kemudian, nomina pun dapat diikuti dengan kata atau frasa dari kategori lain seperti berikut.

1. *Rumah dikontrakkan* tanpa perantara.
2. *Orang yang berbudi* pasti suka berbagi.
3. *Malam pertama* adalah momen yang paling ia nantikan.

*Dikontrakkan*, *yang berbudi*, dan *pertama* adalah verba, frasa adjektival, dan numeralia yang melekat pada subjek nomina.

Selain itu, nomina juga dapat ditegaskan melalui demonstrativa *ini* dan *itu*.

1. *Rumah ini* dikontrakkan tanpa perantara.
2. *Orang itu* pasti suka berbagi.

Satu ciri lain yang saya rasa acap dilupakan ialah perihal bentuk ingkar. Nomina memiliki bentuk ingkar *bukan*. Contohnya, *bukan rumah, bukan orang,* dan *bukan polisi*. Kridalaksana (2005) bahkan secara gamblang menuliskan bahwa nomina adalah kategori gramatikal yang tidak dapat bergabung dengan *tidak*.

Perlu diketahui, nomina tidak hanya berfungsi sebagai subjek. Objek, pelengkap, keterangan atau adverbial, dan predikat pun dapat diisi oleh nomina. Perhatikan contoh berikut.

1. Manchester United baru saja memboyong *seorang gelandang tengah* yang kreatif.
2. Petani mulai enggan bertanam *padi*.
3. Saya akan pulang pada *Sabtu malam*.
4. Gina *murid terpandai* di kelas 10 A.

Pada keempat contoh tersebut, *seorang gelandang tengah* merupakan objek, *padi* adalah pelengkap, *Sabtu malam* berdiri sebagai keterangan, dan *murid terpandai* mengisi gatra predikat.

**Rujukan:**

- Kridalaksana, Harimurti. 2005\. *Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia Edisi Kedua*. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin