> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Betulkah Konjungsi Anti Imbuhan?
- URL: https://coba.narabahasa.id/betulkah-konjungsi-anti-imbuhan/
- Published: 2022-03-09T00:50:19.000Z
- Updated: 2022-03-09T00:50:19.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, Morfologi, afiks, imbuhan, konjungsi, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Bentuk *dikarenakan* masih sering muncul dalam tulisan-tulisan yang saya baca. Kata tersebut dinilai kurang tepat sebab *karena* merupakan konjungsi dan kelas kata itu tidak bisa mendapatkan imbuhan. Bentuk yang lebih berterima adalah *disebabkan* karena *sebab* merupakan kata benda. Namun, betulkah konjungsi sama sekali tidak dapat terkena imbuhan?

Sejumlah kata hubung yang barangkali sudah kita ketahui ialah *dan*, *atau*, *serta*, *karena*, *tetapi*, *sejak*, *demi*, *ketika*, *apabila*, *jikalau, agar*, dan *supaya*. Daftar konjungsi dalam bahasa Indonesia dapat Kerabat Nara baca [di sini](https://narabahasa.id/linguistik-umum/kata/konjungsi-koordinatif-korelatif-subordinatif-dan-antarkalimat?ref=coba.narabahasa.id). Di luar itu, ada pula konjungsi *sedangkan* dan *andaikan*. Sebetulnya, dua kata tersebut dapat berdiri sendiri, yakni *sedang* dan *andai* yang tidak mendapatkan akhiran *\-kan*. Dalam *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*, Harimurti Kridalaksana (2010) menggolongkan *\-kan* sebagai sufiks. Tanpa sufiks *\-kan*, keduanya bukanlah konjungsi. 

Contoh lainnya adalah konjungsi *semenjak* dan *sedari*. Iya, dua kata tersebut, dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia* (2017), tergolong dalam konjungsi subordinatif waktu. *Se-* adalah imbuhan awal atau disebut juga prefiks. Hal ini dijelaskan oleh Kridalaksana dalam buku yang sama. Lebih lanjut, ada pula bentuk *sesudah*, *setelah*, *seusai*, *sebelum*, dan *sebagaimana* yang berdiri sebagai konjungsi karena mendapatkan awalan *se-*. Sebagai tambahan, dalam *Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis*, Kridalaksana dkk. (1985) menjelaskan bahwa *semenjak* dan *sehingga* adalah dua contoh kata yang berafiks. Dengan demikian, konjungsi bisa mendapatkan imbuhan.

Saya acapkali mendengar bahwa konjungsi tidak bisa mendapatkan imbuhan. Barangkali, omongan tersebut perlu direvisi sedikit: Konjungsi tidak anti imbuhan. Faktanya, beberapa dapat menjadi konjungsi setelah menerima imbuhan.

**Rujukan:**

- Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1985\. *Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis.* Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
- Kridalaksana, Harimurti. 2010\. *Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. [*Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat*](https://repositori.kemdikbud.go.id/16351/1/Tata%20Bahasa%20Baku%20Bahasa%20Indonesia%20edisi%20keempat.pdf?ref=coba.narabahasa.id)*.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin