> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Berempati atau Menyakiti melalui Adverbia
- URL: https://coba.narabahasa.id/berempati-atau-menyakiti-melalui-adverbia/
- Published: 2022-11-18T11:00:04.000Z
- Updated: 2022-11-18T11:00:04.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: kalimat, Kata, Linguistik Umum, Semantik, Sintaksis, adverbia, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Saya kira, saya sudah selesai menyelami adverbia. Sebelumnya saya sudah membahas kelas kata ini dengan cukup terperinci. Secara umum, adverbia adalah kata keterangan yang menjelaskan verba, adjektiva, atau adverbia lain. Terlebih, adverbia sering digunakan sebagai pewatas. Kerabat Nara dapat membaca selengkapnya melalui artikel “[Macam-Macam Adverbia](https://narabahasa.id/linguistik-umum/sintaksis/macam-macam-adverbia?ref=coba.narabahasa.id)” serta “[Adverbia Tunggal dan Gabungan](https://narabahasa.id/linguistik-umum/sintaksis/adverbia-tunggal-dan-gabungan?ref=coba.narabahasa.id)”. Dalam dua tulisan itu, saya masih berpandangan bahwa adverbia hanyalah satuan linguistik biasa, sama seperti kelas kata lainnya. 

Namun, tulisan Kenneth Beare (2019) lumayan menyadarkan saya. Adverbia bukanlah sekadar pewatas. Dalam tulisannya, dia menyatakan, adverbia merupakan salah satu alat bahasa yang dapat dimanfaatkan untuk mencerminkan empati. *Emphatic expression* atau ekspresi empati dapat diwakili *adverbs intensifier*. Contohnya adalah *deeply* yang mencerminkan makna ‘dengan sungguh-sungguh’ dan *honestly* yang menunjukkan arti ‘sejujur-jujurnya’. Sebetulnya, apa itu *intensifier*?

*Cambridge Dictionary* mendefinisikan *intensifier* sebagai ‘*adverbs or adverbial phrases that strengthen the meaning of other expressions and show emphasis*’. Effendi (2004) dalam bukunya, *Adverbial Cara dan Adverbial Sarana dalam Bahasa Indonesia*, mengutip pendapat Quirk dkk. (1979) untuk memahami *intensifier*. *Intensifier* adalah penguat atau dalam bahasa Effendi disebut sebagai adverbia pengintensif. Adverbia penguat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu (1) penegas (*emphasizer*), seperti *definetely*; (2) penguat (*amplifier*), seperti *completely*, dan (3) pelemah (*downtoner*), seperti *hardly* dan *almost*. Dalam bahasa Indonesia, *benar-benar* dan *sama sekali* tergolong sebagai adverbia penguat. Coba perhatikan kalimat berikut.

1. Saya *benar-benar* meminta maaf atas apa yang terjadi.
2. Adi *sama sekali* tidak bermaksud untuk berbuat demikian kepadamu.

Dua kalimat tersebut mungkin bisa mewakili empati *saya* dan *Adi*. Setidaknya, ada upaya untuk menekankan sebuah makna. Namun, menurut saya, adverbia juga bisa mencerminkan ketiadaan empati. Kita tentu sering mendengar ujaran, “Kamu *selalu* tidak punya waktu untukku!” Dalam kalimat itu, *selalu* adalah adverbia frekuentatif yang mencerminkan kekerapan. Adverbia tersebut tidaklah tepat atau tidak mencerminkan empati ketika yang kita maksudkan adalah *sering*, bukan *selalu*.

Mengenai hal tersebut, Beare sudah mewanti-wanti kita. “*However, if used too often, the intensifiers can begin to sound rather aggressive. It's best to use these words with great care, and only when you really want to make a point,”* tulisnya. Lewat adverbia, kita bisa mencerminkan empati atau malah menyakiti orang lain.

**Rujukan:**

- Beare, Kenneth. 2019\. “[Emphatic Expressions - Strong Collocations](https://www.thoughtco.com/emphatic-expressions-strong-collocations-1210018?ref=coba.narabahasa.id)”. *ThoughtCo*. Diakses pada 14 November 2022.
- Cambridge Dictionary. “[Intensifier (very, at all)](https://dictionary.cambridge.org/grammar/british-grammar/intensifiers-very-at-all?ref=coba.narabahasa.id)”. Diakses pada 14 November 2022.
- Effendi, S. 2004\. *Adverbial Cara dan Adverbial Sarana dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin