> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Arkais dan Klasik, Apa Bedanya?
- URL: https://coba.narabahasa.id/arkais-dan-klasik-apa-bedanya/
- Published: 2022-02-17T11:00:28.000Z
- Updated: 2022-02-17T11:00:28.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Linguistik Umum, arkais, klasik, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Kerabat Nara mungkin pernah mendengar istilah *arkais* dan *klasik*. Dalam KBBI V, keduanya adalah label ragam bahasa. Saya lihat, *arkais* dan *klasik* sering kali digunakan oleh banyak orang untuk merujuk pada konsep yang sama, yakni kata-kata yang jarang digunakan. Padahal, *arkais* dan *klasik* adalah ragam bahasa yang memayungi kata-kata berbeda.

Coba tebak, di antara kata-kata di bawah ini, mana yang termasuk ragam bahasa arkais dan klasik?

1. Ahkam
2. Riding
3. Semara
4. Terungku
5. Ungah-angih
6. Gahara

*Ahkam* berarti ‘hukum; undang-undang’. *Semara* mengartikan ‘cinta kasih; berahi; asmara’. Sementara itu, *ungah-angih* bermakna ‘goyah (tentang gigi, pancang, dan sebagainya)’. Ketiganya termasuk kata arkais. Sementara itu, *riding*, *terungku*, dan *gahara*, merupakan kata klasik. Ketiga kata klasik tersebut secara berturut-turut bermakna ‘jaring besar (untuk menangkap kijang dan sebagainya)’, ‘penjara; bui’, dan ‘keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja)’.

Perbedaannya begini, Kerabat Nara. Ragam arkais memayungi kata-kata yang tidak lazim, yang tidak pernah dipakai lagi. Sementara itu, ragam klasik menaungi kata-kata yang pernah digunakan dalam kesusastraan Melayu Klasik. Kata-kata klasik mungkin masih terdengar familier hingga hari ini. Contohnya adalah *gundah*, *empu*, dan *nirmala*.

*Arkais* dan *klasik* bukan semata-mata label untuk ragam bahasa yang jarang digunakan saat ini. Keduanya punya definisi yang berbeda dan daftar kata yang tidak sama. Semoga, setelah ini, keduanya tidak akan tertukar lagi, ya!

#arkais #klasik

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin