> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Antonomasia: Si Mulut Besar dari Zamrud Khatulistiwa
- URL: https://coba.narabahasa.id/antonomasia-si-mulut-besar-dari-zamrud-khatulistiwa/
- Published: 2022-04-28T11:00:46.000Z
- Updated: 2022-04-28T11:00:46.000Z
- Author: Yudhistira
- Tags: Kata, Linguistik Interdisipliner, Stilistika, antonomasia, majas, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

Saya sedang iseng memeriksa rak buku. Siapa tahu, ada buku yang sudah saya beli sejak lama, tetapi belum sempat saya baca. Mata saya lantas tertambat pada *Kamus Istilah Sastra* (1990) yang disusun oleh Panuti Sudjiman. Ada satu lema yang baru pertama kali saya baca, yakni *antonomasia*.

Lema itu berarti ‘penggunaan *epitet* atau *apelatif* sebagai ganti nama diri seseorang, misalnya, *yang dipertuan* dalam karya *sastra* lama’ dan ‘penggunaan nama diri seseorang yang punya sifat watak khas, dengan maksud mengacu ke sifat khasnya itu, misalnya, Don Juan’. Sebagai tambahan informasi, dalam kamus yang sama, *epitet* adalah kata atau frasa yang ditambahkan pada nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khasnya, adakalanya menggantikan nama yang bersangkutan, misalnya *si Mata Keranjang*. Sementara itu, dalam KBBI, *epitet* bermakna ‘kata sifat, kata benda, atau frasa yang biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda’ dan ‘deskripsi nama atau judul’.

Gamal Thabroni (2020) dalam tulisannya menyatakan bahwa antonomasia tergolong sebagai majas, tepatnya turunan dari majas epitet. Dengan majas epitet, nama orang atau benda dapat disulih dengan kata sifat, kata benda, atau frasa. Pada lain sisi, majas antonomasia hanya dapat mengganti nama orang atau benda dengan julukan khusus. Dalam tulisan yang sama, Thabroni mengutip definisi antonomasia dari Gorys Keraf, yakni ‘sebuah bentuk khusus dari [metonimia](https://narabahasa.id/linguistik-umum/semantik/metonimia-ketika-merek-kian-terkenal?ref=coba.narabahasa.id) yang berwujud penggunaan epitet untuk menggunakan julukan, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri’.

Kita bisa lihat bahwa Panuti Sudjiman, Gamal Thabroni, dan Gorys Keraf mengemukakan definisi yang serupa. Bedanya, Sudjiman hanya memerikan contoh penggunaan antonomasia sebagai pengganti nama orang saja, seperti *si Mata Keranjang, si Hidung Belang,* dan *si Mulut Besar*. Sebaliknya, menurut Thabroni dan Keraf, antonomasia dapat diterapkan pula pada identitas geografis, seperti *Kota Kembang*, *Negeri Paman Sam*, dan *Zamrud Khatulistiwa*.

#antonomasia #majas

**Rujukan**

- Sudjiman, Panuti. 1990\. *Kamus Istilah Sastra*. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
- Thabroni, Gamal. 2020\. “[Majas Antonomasia: Pengertian, Contoh Julukan & Kalimat](https://serupa.id/majas-antonomasia/?ref=coba.narabahasa.id)”. *Serupa.id.* Diakses pada 26 April 2022.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin