> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://coba.narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Adverbia si Kutu Loncat
- URL: https://coba.narabahasa.id/adverbia-si-kutu-loncat/
- Published: 2021-08-22T11:00:22.000Z
- Updated: 2021-08-22T11:00:22.000Z
- Author: Ivan Lanin
- Tags: Linguistik Umum, adverbia, kelas kata, #Migrated-1790158046258, #wp, #wp-post, #Import 2026-09-23 17:07

*Baju *baru* saya *sedang* dicuci*. Pada kalimat itu, kata *baru* menjelaskan *baju*, sedangkan *sedang* menerangkan *dicuci*. Kata yang menerangkan kata lain itu disebut kata keterangan atau adverbia. Adverbia itu seperti kutu loncat. Ia dapat terletak sebelum (letak kiri) atau sesudah (letak kanan) kata yang diterangkannya. 

Adverbia letak kiri dapat menerangkan adjektiva (kata sifat), verba (kata kerja), atau nomina (kata benda). Contoh adverbia yang terletak sebelum kata yang diterangkannya dapat dilihat di bawah ini.

1. Orang itu **sangat* bangga* dengan anaknya.
2. Saya **akan* pergi* ke Bandung.
3. Dia **bukan* perempuan* yang saya cari.

Adjektiva, verba, atau nomina juga dapat diterangkan oleh adverbia letak kanan. Contoh adverbia yang terletak setelah kata yang diterangkannya dapat dilihat di bawah ini.

1. Permainan tim itu *bagus *sekali**.
2. Sebaiknya kamu *pulang *saja**.
3. Tampaknya *saya *lagi** yang akan dimarahi Ibu.

Beberapa adverbia dapat diletakkan baik sebelum maupun sesudah kata yang diterangkannya. Berikut contoh adverbia letak bebas itu.

1. Anak itu **selalu* gembira*.
2. Anak itu *gembira *selalu**.
3. Kemarin ia **kembali* bekerja*.
4. Kemarin ia *bekerja *kembali**.

Ada juga adverbia yang terdiri atas dua kata yang digunakan sebelum dan sesudah kata yang diterangkannya. Contoh kalimat adverbia berpasangan terpisah itu dapat dilihat di bawah ini.

1. **Bukan* dia *saja** yang dapat membantumu.
2. Mahasiswa itu **belum* lulus *juga**.
3. Kamu **sangat* baik *sekali**.
4. Kami **hanya* meneruskan *saja** pesan dari pemimpin kami.

Kalimat #1 dan #2 dapat digunakan dalam ragam formal, sedangkan kalimat #3 dan #4 hanya dipakai dalam ragam informal (Moeliono dkk. 2017, hlm. 244).

Selain berfungsi sebagai atribut atau pewatas kata atau frasa seperti di atas, adverbia dapat pula berfungsi sebagai keterangan pada tataran klausa (fungsi adverbial). Ketika berfungsi sebagai keterangan pada klausa, letak adverbia dapat diubah dan dapat juga dilesapkan atau dihilangkan. Berikut contohnya.

1. *Memang* orang itu sahabat saya.
2. Orang itu sahabat saya, *memang*.
3. Orang itu (*memang*) sahabat saya.

Luar biasa adverbia ini, ya? Ia seperti kutu loncat yang dapat berpindah-pindah sesuka hatinya.

# Rujukan

- Moeliono, Anton M., Hans Lapoliwa, Hasan Alwi, Sry Satrya Tjatur Wisnu Sasangka, dan Sugiono. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia*. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Sasangka, Sry Satrya Tjatur Wisnu, Titik Indiyatini, dan Nantje Harijati Widjaja. 2000\. *Adjektiva dan Adverbia dalam Bahasa Indonesia*. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

**Penulis:** Ivan Lanin

**Penyunting:** Harrits Rizqi